Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Permasalahan Kulit yang Sering Timbul Pada Orang Dewasa

P Suryo R - Jumat, 17 Agustus 2018

USIA berkaitan dengan kematangan seseorang. Baik kematangan secara fisik atau psikis. Namun, kematangan fisik orang dewasa terkadang menimbulkan masalah kulit. "Mereka yang berusia 20 tahun ke atas rentan mengalami gangguan kulit karena saat usia 23 tahun, sel yang rusak lebih banyak daripada sel yang baru," tutur Dokter Dermatologis, dokter Jonathan R Subekti, SpKK, BMedSc saat ditemui di sebuah restoran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Beberapa masalah yang kerap munculpada orang dewasa antara lain jerawat, flek atau pigmentasi, kerutan, stretchmark dan selulit. Berikut penjelasan lengkap tentang masalah kulit pada orang dewasa:

1. Jerawat

jerawat
Orang dewasa dapat pula berjerawat. (Foto: Pexels/Tembela Bohle)


Jerawat umumnya terjadi pada remaja. Kendati demikian, jerawat juga bisa timbul pada orang dewasa. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya jerawat pada orang dewasa antara lain stres, penggunaan make up, hair dan skin care yang tidak tepat atau hormon. Pada saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Kortisol membuat tubuh menghasilkan lebih banyak glukosa dan penyempitan arteri. Akibatnya timbul jerawat. Sementara jerawat yang timbul pada penggunaan make up terjadi karena pori-pori tersumbat oleh foundation sehingga kotoran menyumbat dan menimbulkan jerawat.

Salah memilih produk hair and skin care juga bisa memicu timbulnya jerawat. "Sebelum membeli skin care coba di anggota tubuh yang lain. Jika menimbulkan reaksi negatif jangan beli produk," tegas dokter Jonathan. Penyebab timbulnya jerawat karena hormon tak hanya terjadi pada remaja tetapi juga orang dewasa. Hormon yang menyebabkan jerawat misalnya karena kehamilan atau perimenopause. Dokter Jonathan menyarankan untuk segera melakukan perawatan jika jerawat mulai timbul di wajah, Jika jerawat dibiarkan, maka akan membekas dan meninggalkan noda hitam atau bopeng.

.

2. Pigmentasi

pigmentasi
Pigmentasi terjadi karena faktor eksternal atau internal. (Foto: Pexels/Noelle Otto)

Pigmentasi atau flek pada orang dewasa bisa timbul karena faktor internal atau faktor eksternal. Faktor internal pigmentasi misalnya tanda lahir, usia, hormon, penyakit autoimun atau minum obat tertentu seperti obat steroid.
Sementara faktor eksternal pigmentasi sebagian besar disebabkan oleh sinar matahari, reaksi fototoksik akibat pewarna dan pewangi, bahan kosmetik atau sabun, luka atau peradangan kulit.

Dokter Jonathan membagi pigmentasi menjadi dua jenis yakni pigmentasi yang mudah dihilangkan dan yang sulit dihilangkan. "Pigmentasi yang relatif mudah hilang misalnya lentigo muncul saat usia 30 tahunan, freckles yang terjadi sejak kecil, atau bekas radang misalnya bekas jerawat," urai.dokter Jonathan.

Beberapa pigmentasi yang sulit hilang misalnya melasma , nevus ota, atau nevus hori "Nevus hori mirip freckles tetapi warnanya pudar. Ketika terkena matahari baru akan tampak jelas," ucap dokter Jonathan.


3. Kerutan

kerutan
Perubahan kulit dan lemak membuat kerutan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Kerutan biasanya terjadi pada orang dewasa akhir. Rentang usia orang dewasa akhir yakni 40 hingga 45 tahun. Kerutan disebabkan oleh dua faktor. Faktor pertama yakni perubahan kulit dan lemak. "Pada orang dewasa akhir, lemak mengalami penyusutan. Akibatnya, tidak ada lemak yang menopang kulit," ujar dokter Jonathan. Faktor kedua adalah adanya perubahan pada struktur tulang dan otot. Dokter Jonathan menjelaskan bahwa anatomi orang dewasa menjelang lansia berubah. Rongga mata yang mulanya kecil menjadi besar. Kulit pun akan menjadi kendur.

4. Selulit dan Stretchmark

ibu hamil
Stretch mark dapat terjadi saat kehamilan. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Beberapa orang berpikir bahwa stretchmark dan selulit merupakan hal yang sama. Padahal kedua masalah kulit tersebut memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda. Selulit merupakan tekstur yang tidak rata di beberapa anggota tubuh. Pada orang dengan selulit, kulit tampak seperti kulit jeruk. Selulit disebabkan oleh konsumsi lemak atau kalori berlebihan. Akibatnya, terjadi penambahan kantung kulit sehingga tampak overload.

Stretchmark adalah keadaan kulit mengalami peradangan berlebihan sehingga terjadi kerusakan. Tanda-tandanya yakni muncul garis kemerahan berbentuk vertikal dan biasanya muncul di perut. Stretch mark biasa terjadi terjadi saat kehamilan, peningkatan berat badan secara drastis, atau penambahan masa otot yang cepat. "Sebisa mungkin obati stretch mark saat masih merah agar pengobatan lebih efektif," saran dokter Jonathan.

Pada ibu hamil sebaiknya ditangani setelah bayi lahir ke dunia. Jangan obati saat masih hamil. Sebab, pengobatan secara kimiawi atau menggunakan listrik bisa membahayakan bayi dalam kandungan. Dokter Dermatologis, dr. Adhimukti T Sampurna merekomendasikan ibu hamil untuk mengobati stretch mark setelah 40 hari kelahiran bayi.

Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan kulit pada orang dewasa adalah rejuvenation. Rejuvenation atau peremajaan kulit adalah proses yang membuat seseorang tampak lebih baik, muda, dan lebih hidup. Ada beberapa tren rejuvenation yang populer di masyarakat seperti PRP, laser, botox, atau filler. Sebelum dilakukan penanganan, kita perlu berkonsultasi dengan dokter kulit. (avia)

Baca Artikel Asli