Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengungsi Gunung Agung Pertahankan Hewan Ternak

Noer Ardiansjah - Sabtu, 30 September 2017

MerahPutih.com - Pengungsi Gunung Agung asal Desa Sebudi, Kabupaten Karangsem, Bali, menyatakan tidak ingin menjual sapi yang diternak sebagai andalan nafkah, baik kepada pemerintah daerah maupun swasta.

"Saya tidak ingin ternak itu dijual. Saya selama ini hanya bergantung hidup dari sana karena tidak memiliki pekerjaan lain," kata Ketut Pice (50), salah satu pengungsi di Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (30/9).

Setelah peningkatan aktivitas Gunung Agung, empat ternak berada di rumahnya dan ia tiap hari pulang pergi guna memberi pakan dengan menempuh perjalanan puluhan kilometer.

Pice menceritakan bahwa tidak memiliki pekerjaan lain selain beternak. "Kadang sehari-hari bekerja serabutan. Tapi tidak tentu kadang ada, kadang-kadang tidak," katanya.

Bukan hanya harus memerhatikan keluarga, tetapi juga harus merawat ibunya yang sedang dirawat di RSUD Klungkung.

"Ibu saya sudah tua. Umurnya 80 lebih dan sekarang sakitnya kambuh. Bersyukur ditampung di pengungsian. Kami dapat makan cukup dan tidak kekurangan suatu apa pun," katanya.

Sebelumnya, Bupati Karangasem Mas Sumatri sempat menjamin bahwa ternak para pengungsi tidak akan dijual dan akan dititipkan di sejumlah lahan pemerintah dan warga di wilayah Karangasem.

Bupati Mas berpendapat bahwa jika sapi dijual akan memutus pekerjaan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor peternakan dan pertanian. Tercatat jumlah ternak mencapai 18 ribu ekor yang saat ini dipelihara di lokasi penampungan, meskipun masih banyak berada di rumah masing-masing pengungsi. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli