Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengamat Nilai Reuni Akbar 212 Hanya Membuat Gaduh Suasana

Zulfikar Sy - Kamis, 07 November 2019

MerahPutih.com - Pengamat politik Wempy Hadir mengkritik rencana diadakannya Reuni Akbar 212. Pasalnya, kegiatan itu dianggap tak relevan lagi.

Wempy mengatakan, Aksi 212 hanya menghabiskan waktu dan tenaga mengingat tujuannya yang sudah tak jelas lagi.

Baca Juga:

Reuni Akbar 212 Menyatukan Potensi Umat, Semua Bermunajat dan Berzikir

"Saya kira Reuni 212 sangat kontra produktif. Oleh karena itu, sebaiknya kegiatan semacam ini tidak perlu dilakukan," kata Wempy kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (6/11).

Direktur Indo Polling Network ini menambahkan, aksi yang diklaim bakal melibatkan jutaan umat itu dianggap menggangu kegiatan masyarakat lainnya.

"Masyarakat dan para investor butuh kondusivitas di tengah melemahnya perekonomian global yang bisa berdampak bagi Indonesia," jelas Wempy.

Ribuan massa aksi damai 212 jilid II memadati gerbang gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/2). Foto:Merahputih.com / Derry Ridwansah
Ribuan massa aksi damai 212 jilid II memadati gerbang gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/2). Foto:Merahputih.com / Derry Ridwansah

Wempy mengaku sulit menganalisis apa tujuan aksi itu. Mengingat pemilu sudah selesai dan pilihan mereka, Prabowo Subianto, telah bergabung ke pemerintah.

"Kita tidak tahu apa tujuan yang hendak dicapai dalam reuni tersebut. Tapi publik bisa saja menilai bahwa reuni ini tujuannya hanya untuk menciptakan suasana yang tidak aman dan kondusif;" jelas Wempy.

Selain itu, kegiatan ini bisa mengganggu iklim politik tanah air.

"Semoga gerakan seperti ini tidak merusak suasana Indonesia yang baru saja lelah dengan kegaduhan pilpres," pungkas Wempy.

Baca Juga:

Maafkan Oknum Alumni 212 Pengeroyok Dirinya, Buzzer Jokowi: Proses Hukum Terus

Seperti diketahui, poster bertajuk "Munajat untuk Keselamatan Negeri: Maulid Agung dan Reuni Alumni 212" beredar di media sosial. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengonfirmasi pihaknya akan kembali menghelat Reuni Aksi 212.

Ketua DPP PA 212 Slamet Ma'arif (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers di Sekretariat DPP PA 212, Jalan Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10). (ANTARA/Andi Firdaus)
Ketua DPP PA 212 Slamet Ma'arif (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers di Sekretariat DPP PA 212, Jalan Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10). (ANTARA/Andi Firdaus)

Aksi 212 awalnya terbentuk karena gerakan massa umat Islam yang memprotes pernyataan bernada SARA dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Setelah menggelar aksi 411 pada 4 November 2016, GNPF Ulama kemudian memotori Aksi 212 pada 2 Desember 2016.

Aksi yang diklaim menghadirkan 7 juta orang itu menjadi agenda tahunan yang diurus PA 212. Pada tahun lalu, aksi itu mengundang calon presiden Prabowo Subianto dan para partai koalisinya. (Knu)

Baca Juga:

Menko Polhukam Izinkan Alumi 212 Adakan Reuni

Baca Artikel Asli