MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan bantuan sebanyak 212 ton logistik untuk korban bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pengiriman tersebut dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (19/8) pagi.
Dalam sambutannya, Anies mengapresiasi ACT yang bereaksi cepat mengumpulkan bantuan logistik sebangak 20 truk. Bantuan yang terkumpul merupakan sumbangan dari warga Jakarta untuk korban gempa Lombok.
"Kita bersama-sama menjadi saksi atas niat baik dan langkah baik dari warga Jakarta untuk saudara kita di Lombok. Pada saat seperti itu maka panggilan untuk menolong harus direspons dengan sikap yang tanggap. Pada hari ini ada 20 truk menuju Lombok, lebih dari 212 ton bantuan dari Jakarta untuk Lombok," ujar Anies.
Lebih lanjut, menurut Anies, bencana Lombok harus menjadi perhatian serius semua pihak. Meski saat ini, Indonesia sedang dalam masa-masa tahun politik menjelang pesta demokrasi Pilpres 2019 mendatang. "Ini tidak kalah pentingnya dari persoalan politik dan tidak kalah pentingnya dari persoalan ekonomi. Ini harus terus digaungkan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden ACT Ahyudin mengaku, bencana di Lombok sangat besar sekali, masyarakat Lombok pun saat ini mengalami musim kekeringan. Akibatnya warga Lombok kesulitan memperoleh air bersih.
"Lebih dari 500 ribu pengungsi dan lebih dari 1.000 orang jadi pengungsi. Sekitar 500 orang meninggal dunia, di tengah Lombok sedang dalam musim kekeringan," ungkap Ahyudin.
Ahyudin menuturkan, waktu tempuh perjalanan bantuan logistik ke Lombok ini diperkirakan selama tiga hari.
"Insa Allah, setibanya di Lombok, truk langsung menuju pos logistik kami yang berada di kota Mataram, tak jauh dari Lombok. Pos logistik ini lah yang terus menyuplai logistik ke sejumlah titik-titik pengingsi di Lombok," tutupnya. (Asp)