Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemerintah Sebut Banjir di Wilayah Jantung Nasional Bisa Jadi Isu Sosial dan Politik Bergelinding

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Maret 2025

MerahPutih.com- Banjir yang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang dan sekitarnya menjadi atensi khusus pemerintah pusat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menilai, jika banjir yang terjadi di Jabodetabek tak ditangani secara cepat akan digiring menjadi isu politik dan sosial.

"Kejadian banjir di jantung nasional (Jabodetabek) mudah sekali isu ini akan bergelinding menjadi isu yang sosial, isu politik, dan seterusnya,” kata Pratikno dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Banjir Jabodetabek, Selasa (4/3).

Ia meminta agar penanganan banjir dilakukan secara cepat karena situasinya darurat.

Baca juga:

Banjir di Dekat Stasiun Bekasi, Perjalanan KRL Terganggu hingga Aliran Listrik Dimatikan

"Jangan sampai bencana alam nanti merembet ke masalah-masalah lain masalah sosial, masalah politik, dan lain-lain," katanya.

Pratikno mendesak agar operasi modifikasi cuaca segera dilakukan pemerintah daerah, bukan hanya BNPB. Hal itu untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga 11 Maret mendatang.

Modifikasi cuaca dapat dilakukan untuk mengurangi beban tingginya muka air di daerah hulu sungai Ciliwung.

"Agar tidak terus-menerus ada aliran air yang mengarah ke bawah," jelas mantan Mensesneg ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 105 rukun tetangga (RT) dan lima ruas jalan di wilayah Jakarta tergenang banjir, Selasa (4/3).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan sekitar 3.000 jiwa warga di daerah itu terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan volume aliran sungai meluap sejak Senin (3/3).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan daerah terdampak banjir di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, Jawa Barat, meluas dengan ketinggian air mencapai tiga meter.

Kota Bekasi sedikitnya ada 140 unit rumah warga yang terendam dengan ketinggian air mencapai tiga meter. Sementara itu ada sebanyak 15 unit rumah yang digenangi banjir ketinggian air mencapai 150 centimeter di Kabupaten Bekasi. (Knu)

Baca Artikel Asli