Merahputih.com - Fakta mengejutkan datang dari kasus pembacok Bobotoh di Bogor yang ternyata memiliki kebiasaan mengerikan dalam rutinitas kesehariannya.
Pelaku pembacokan berinisial MR (29) ini rupanya selalu membawa senjata tajam jenis celurit yang sengaja disembunyikan rapat di balik celananya.
Kebiasaan membawa celurit balik celana ini dilakukan MR sebagai persiapan matang untuk mencari lawan tawuran kapan saja.
Baca juga:
Tobias Ginanjar Buka Suara soal Pembacokan Bobotoh, Tegaskan Pelaku Bukan The Jakmania
Kasus Bobotoh Persib dibacok ini langsung menyita perhatian publik lantaran motif dan kebiasaan pelaku pembacokan Bobotoh yang terbilang di luar nalar.
Saat nongkrong atau sekadar bepergian keluar rumah, MR menjadikan senjata tajam sebagai barang bawaan wajib untuk memicu aksi tawuran Bogor, khususnya di kawasan Jembatan Hitam.
Dia selalu sudah ada ready senjata dia, sudah ada selalu kesiapan,
Kapolres Bogor, AKBP Arfan Zulkan Sipayung
Bukannya menghindari konflik, MR justru punya kesiapan mental yang berbahaya untuk menyerang rombongan yang tak sengaja berpapasan dengannya.
Arfan juga membongkar langsung tabiat buruk MR kepada publik. Menurut kepolisian, tersangka memang sudah meniatkan diri untuk berbuat onar dan mengincar nyawa lawannya.
Dia merupakan pemuda bisa dibilang mengajak tawuran secara sengaja untuk menghabisi (lawannya),
tegas AKBP Arfan.
Kronologi Singkat: Terpancing Saat Beli Makanan Sama Istri

Insiden nahas yang menimpa ARK, sang Bobotoh korban pembacokan, terjadi di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 51, persis di depan Mall Q Square.
Saat itu, korban bersama rekannya sedang dalam perjalanan pulang menuju Ciapus, Kecamatan Tamansari, usai mendukung tim kesayangannya berlaga di Stadion Pakansari (laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC).
Ironisnya, saat kejadian berlangsung, MR sebenarnya sedang keluar rumah bersama sang istri untuk jajan makanan di sekitar lokasi.
Baca juga:
Bobotoh Ayo Merapat, Tiket War Persib vs Isenmulang FC Dibuka Hari Ini. Simak Cara Belinya!
Namun, insting bringasnya mendadak muncul begitu melihat rombongan sepeda motor korban melintas.
Lalu tersangka melihat sepeda motor di jalan sehingga tersangka terpancing melakukan aksi tawuran dengan membawa celurit dan menyerang korban,
tambah Arfan.
Tindakan impulsif yang dipicu oleh kebiasaan membawa senjata tajam ini kini membawa MR berurusan dengan hukum. Kasus ini menjadi alarm keras terkait rawannya aksi kekerasan jalanan dan bahaya kebiasaan membawa senjata tajam di ruang publik.