MerahPutih.com - Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh pada Jumat (22/5).
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengkritik keras dan mendesak melakukan audit terhadap PT PLN (Persero) agar gangguan serupa tak terus terulang.
PLN itu bukan BUMN yang seumuran jagung, sehingga idealnya tidak boleh ada pemadaman listrik akibat gangguan sistem,
kata Nasir dalam keterangannya, Sabtu (23/5).
Politikus asal Aceh itu mempertanyakan kesiapan PLN dalam melakukan pengawasan dan perawatan infrastruktur kelistrikan. Menurut dia, pemadaman listrik skala besar menunjukkan masih lemahnya manajemen sistem kelistrikan nasional.
Baca juga:
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Nasir menegaskan, listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, gangguan pasokan listrik disebut berdampak luas terhadap aktivitas warga hingga sektor ekonomi.
Listrik itu kebutuhan dasar, bukan pelengkap. Pemadaman listrik akan berdampak terhadap energi dan biaya sosial yang harus dibayar mahal oleh warga,
ujarnya.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyoroti kerugian masyarakat akibat rusaknya barang elektronik saat listrik padam. Menurut Nasir, selama ini konsumen tidak mendapatkan perlindungan atau kompensasi yang jelas dari PLN.
Setiap pemadaman listrik, warga pemakai tidak pernah mendapat kompensasi akibat kerusakan barang-barang elektronik yang mereka miliki,
katanya.
Nasir kemudian meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengevaluasi PLN secara menyeluruh. Ia mendorong adanya revolusi perbaikan sistem kelistrikan nasional.
Untuk itu, saya meminta kepada Presiden Prabowo agar mengaudit PLN dan melakukan revolusi perbaikan sistem. Sudah hampir seabad kemerdekaan RI, kok listrik masih bernasib buruk seperti saat ini,
tegasnya.
Sebelumnya, PLN meminta maaf atas padamnya listrik di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5). Gangguan listrik dilaporkan terjadi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga Aceh.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan gangguan disebabkan masalah pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk,
ujar Gregorius dalam keterangan tertulisnya.
PLN menyebut proses pemulihan kelistrikan dilakukan bertahap hingga seluruh sistem kembali normal. (Pon)