Dalam rangka memperingati hari jadi kota Surabaya ke-724, lebih dari 75 instansi dan komunitas mengikuti pawai bunga di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (7/5) pagi.
Pawai kendaraan hias dimulai dari Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul Surabaya. Acara ini tidak hanya diikuti peserta dari Surabaya, tapi komunitas Bali, Tapanuli, Papua hingga komunitas Tionghoa pun ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Bahkan, komunitas reog Ponorogo, pun juga ikut meramaikan dengan aksi cambuk perutnya.
Indri, salah seorang peserta aksi asal Lombok, mengaku sengaja ikut festival pawai bunga ini atas dasar kebhinekaan.
"Ya, biar ini jadi HUT Kota Surabaya, tapi tidak ada salahnya kita yang bukan dari Surabaya, ikut partisipasi. Kan ada dari Bali, Tapanuli. Bule-bule saja ada yang ikut partisipasi, jadi kita sesama Indonesia harus ikut tampil juga. Anggap saja ini hari jadinya orang Indonesia." ujar Indri.
Dari pantauan merahputih.com, sepanjang jalan protokol sejauh 5 km dari Tugu pahlawan hingga Taman Bungkul, dipenuhi ribuan orang berjajar di pinggir jalan. Tidak hanya dari Surabaya, namun ada masyarakat dari perbatasan Surabaya, seperti Gresik dan Sidoarjo.
Berita ini berdasarkan laporan tulisan dari Bud Lentera, kontributor sekaligus reporter merahputih.com yang bertugas di wilayah Medan dan sekitarnya. Untuk mengetahui berita tentang kota Medan selanjutnya, silakan simak di: Setnov: Golkar Siap Dukung Gubernur Jatim dari NU