Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pastikan Tak Ada Pasien Virus Corona di Jakarta, Dinkes DKI: Masyarakat Jangan Cemas

Andika Pratama - Sabtu, 29 Februari 2020

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan bahwa tidak ada pasien penderita virus corona atau Covid-19 di DKI Jakarta. Hal itu dari hasil tes laboratorium.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan beredarnya informasi melalui penyebaran foto dari slide paparan Dinkes DKI kewaspadaan virus corona disease 2019 di DKI Jakarta, dapat dipastikan tidak benar.

Baca Juga

Kurangi Dampak Virus Corona, Pemerintah Didesak Aktif Lakukan Lobi Internasional

Menurut dia, gambar dan penjelasan yang tersebar di masyarakat tersebut tidak menjelaskan secara benar dan utuh isi paparan.

"Pada slide tersebut yang dimaksudkan dengan kasus corona atau Covid-19 adalah menunjukkan pasien dengan dugaan awal COVID-19, karena memiliki gejala dan riwayat perjalanan dari negara terjangkit. Namun pemeriksaan sampel di Litbangkes Kementerian Kesehatan RI menunjukkan hasil negatif COVID-19," jelas Widyastuti di Jakarta, Sabtu (29/2).

Foto : / Beritajakarta.id
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti. Foto : / Beritajakarta.id

Lebih lanjut, kata Widyastuti, hingga saat ini terdapat 115 orang dalam pemantauan dan 32 pasien dalam pengawasan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Widyastuti melanjutkan, orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE), tersebar di 5 wilayah DKI Jakarta dan luar DKI Jakarta.

"Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan," papar dia.

Baca Juga

Pembatalan Layanan Penerbangan Singapura ke Indonesia hingga Akhir Mei

Widyastuti meminta agar masyarakat tak perlu cemas dan tidak mudah percaya dengan beredarnya pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

'Masyarakat perlu cross check lagi untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima," tutup Widyastuti. (Asp).

Baca Artikel Asli