Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pasar Taman Puring Jadi Taman Setara, PSI Protes Keras ke Gubernur Pramono

Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - WACANA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengubah Pasar Taman Puring menjadi Taman Setara mendapat protes dari anggota DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan. Ia menegaskan ini merupakan bentuk pengingkaran Pemerintah DKI terhadap komitmennya untuk memperbaiki pasar tersebut setelah terbakar pada Juli 2025 lalu.

"Dahulu, Mas Pram (Pramono Anung) pernah menyatakan pihaknya akan memperbaiki Pasar Taman Puring. Mas Pram sendiri bahkan mengakui bahwa pasar tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Tapi nyatanya, itu semua hanya manis di bibir," tegasnya.

Setelah menunggu lama dan terus menagih perbaikan, ucap August, para pedagang kini malah mendapatkan kabar yang tidak baik bahwa tempat dahulu berdagang akan dijadikan taman dengan menyingkirkan mereka ke tempat lainnya.

August menilai Pemprov DKI akan melakukan tiga kesalahan besar apabila wacana tersebut terus dilanjutkan. Paling mendasar, ia mengatakan aksi tersebut akan menyulitkan para pedagang di tengah-tengah kondisi ekonomi yang masih belum baik ini

"Saya memprotes wacana ini. Kalau dilanjutkan bisa berakibatan fatal terhadap para pedagang Pasar Taman Puring. Mereka akan terganggu dengan proses relokasi. Kemudian, mereka juga akan kehilangan pangsa pasar dari warga yang tinggal di sekitar Taman Puring. Para pedagang ini akan kesulitan berjualan selama waktu yang tidak sebentar," ujarnya.

Baca juga:

Pembangunan Perpustakaan Ramah Disabilitas di Taman Puring, Jakarta



"Kedua, saya merasa heran. Mengapa pembangunan Taman Setara ini harus dilakukan dengan menyingkirkan para pedagang. Padahal, keberadaan Pasar Taman Puring beserta para pedagangnya selama ini bisa berjalan secara harmonis dengan tamannya. Seharusnya, pembangunan Taman Setara itu juga bisa menampung para pedagang pasar di masa depan," terusnya.

Terakhir, August mengingatkan Pemprov DKI akan kesalahannya dalam membangun Taman Bendera Pustaka dengan merelokasi pedagang-pedagangn dari Pasar Burung Barito yang berakibat penderitaan ekonomi tak berkesudahan hingga kini.

"Ketiga, saya harus memperingatkan kesalahan yang dibuat Pemprov DKI ketika membangun Taman Bendera Pustaka dan menggusur para pedagang Pasar Burung Barito. Kini, para pedagang itu kebanyakan usahanya mati. Sumber penghidupannya hilang, bahkan setelah mereka direlokasi ke tempat baru," lanjutnya.

Terkait dengan wacana merelokasi para pedagang Pasar Taman Puring ke lokasi baru di Teras Lenteng Agung, August menegaskan kondisi tempat berjualannya tidak layak. Para eks pedagang Pasar Burung Barito telah menempatinya terlebih dahulu.

"Mas Pram itu harus paham, Teras Lenteng Agung itu tempatnya sepi. Pelanggannya tidak ramai. Teman-teman eks pedagang Pasar Burung Barito yang direlokasi ke sana sudah merasakan bagaimana sulitnya berdagang di sana dan karena itu terus menderita hingga kini," imbuhnya.

Menurut dia, merelokasi para pedagang Pasar Taman Puring ke lokasi tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan.

"Hal itu hanya memperparah permasalahan yang sudah ada dengan memutus para pedagang dari sumber penghasilan mereka," pungkasnya.(Asp)







Baca juga:

Pramono Setuju Taman Puring Direvitalisasi Jadi Taman Disabilitas, Pedagang Dicarikan Tempat Baru




Baca Artikel Asli