Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Partai Demokrat Perintahkan Kader Laporkan Penyalahgunaan Atribut Partai ke Aparat

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Oktober 2021

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengeluarkan instruksi terkait pengawasan penggunaan atribut partai secara ilegal. Dalam instruksi tersebut, Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurty Yudhoyono, menyerukan para pengurus dan kader untuk memantau serta mengawasi penggunaan atribut-atribut Partai Demokrat secara ilegal.

Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, menegaskan tidak ada konflik internal, apalagi dualisme kepemimpinan Partai Demokrat. Partai Demokrat yang diakui pemerintah hanya satu, pimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga:

Partai Demokrat Ultimatum Moeldoko, Akui Kesalahan dan Minta Maaf

"Mengimbau agar seluruh elemen partai untuk merespons dengan cepat dan tepat berbagai perkembangan yang terjadi khususnya terkait acara pertemuan, konferensi pers, kehadiran di sidang pengadilan dan kegiatan-kegiatan lain dimana atribut Partai Demokrat dipakai oleh mantan kader, terutama mereka yang telah dipecat karena terlibat kudeta dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD)," ujarnya,

Para pengurus dan kader diminta melaporkan penyalahgunaan atribut tersebut pada pihak yang berwajib dengan pasal pelanggaran hak cipta serta melaporkannya juga pada tim Satgas DPP PD.

Partai Demokrat. (Foto: Antara)
Partai Demokrat. (Foto: Partai Demokrat)

Ia menegaskan, meski berada di luar pemerintahan, Partai Demokrat dan Ketum AHY terus memperoleh kenaikan elektabilitas yang konsisten dalam berbagai survei. Kenaikan tren itu dimanfaatkan oleh oknum penguasa, untuk mengambil alih partai dan menjadikannya sebagai kendaraan politik menuju ajang kontestasi di tahun 2024.

"Upaya pengambilalihan itu terjadi sejak 1 Februari 2020, dengan memanfaatkan sejumlah mantan kader yang telah dipecat. Penolakan pemerintah terhadap KLB ilegal yang diselenggarakan kekuatan eksternal ini sempat membuat lega masyarakat, khususnya elemen-elemen masyarakat sipil, ditengah terus turunnya kualitas demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia," katanya. (Pon)

Baca Juga:

Partai Demokrat Tolak Perwira TNI-Polri Aktif jadi Plt Kepala Daerah

Baca Artikel Asli