MerahPutih.com - Masifnya penggunaan air perpipaan yang dikembangkan PT PAM Jaya (Perseroda) dinilai berkontribusi besar dalam memperlambat fenomena penurunan permukaan tanah (land subsidence) di Jakarta.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, perkembangan tersebut terlihat dari hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang membandingkan kondisi Jakarta pada periode 2018 hingga 2025.
Berdasarkan penelitian tersebut, wilayah yang sebelumnya menunjukkan indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai berkurang.
Perubahan itu terlihat dari semakin luasnya area berwarna hijau di sisi selatan Jakarta pada peta penelitian. Sementara itu, area berwarna merah di wilayah utara mulai berubah menjadi kuning, yang menggambarkan semakin menyusutnya kondisi penurunan muka tanah.
Baca juga:
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Arief menjelaskan, perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan air perpipaan oleh masyarakat.
Melalui tersedianya layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.
Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan.
kata Arief saat memaparkan hasil penelitian, Minggu (1/11)
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa perluasan jaringan perpipaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap upaya perbaikan lingkungan Jakarta.
Ia turut mengapresiasi jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta atas sinergi yang selama ini terjalin bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan.
Arief menilai, kolaborasi antarlembaga tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di Jakarta.
Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset.
tambah Arief
Arief menambahkan, hasil penelitian tersebut juga telah disampaikannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Capaian itu menjadi penyemangat bagi PAM Jaya untuk terus memperluas cakupan pelayanan sekaligus meningkatkan kapasitas distribusi air bersih.
Baca juga:
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
Cakupan Layanan Air Perpipaan Jakarta Capai 83,27 Persen
Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa.
Adapun, cakupan pelayanan air perpipaan tercatat sebesar 83,27 persen. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PAM Jaya saat ini memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik (LPS), yang didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.
Meski demikian, Arief menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki pekerjaan besar untuk menuntaskan target pelayanan air perpipaan 100 persen pada 2029.
Pada target tersebut, PAM Jaya membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS.
Panjang jaringan pipa juga ditargetkan meningkat menjadi 16.234 kilometer, dengan dukungan 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Baca juga:
Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM
Arief mengatakan, berbagai upaya tersebut membutuhkan kerja berkelanjutan serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Pasalnya, peningkatan layanan air perpipaan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan Jakarta.
Ia pun mengingatkan seluruh jajaran PAM Jaya agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih.
Menurutnya, hasil positif dari penelitian Badan Geologi harus menjadi motivasi untuk terus mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
"Jadikan pujian itu sebagai sesuatu untuk mencambuk lagi bahwasannya kita masih terus banyak bekerja untuk menyelesaikan target-target ini," pungkasnya. (Asp)