Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Padamkan Kebakaran TPA Sampah Jatiwaringin, BNPB Bakal Lakukan Modifikasi Cuaca

Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 19 menit lalu

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempertimbangkan opsi penanganan jangka panjang melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berupa hujan buatan guna mengatasi kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak awal kejadian untuk merekayasa cuaca tersebut.

Namun, proses rekayasa cuaca hujan buatan tersebut belum dapat dieksekusi lantaran pertumbuhan awan potensial di atas kompleks TPA Jatiwaringin dan sekitarnya terpantau masih sangat minim,

katanya.

Djohan menegaskan bahwa BNPB bersama BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer secara intensif dan segera mengajukan izin penyemaian awan begitu kondisi meteorologis di wilayah tersebut mulai memenuhi syarat teknis.

Baca juga:

Operasi 7 Hari Baru Berhasil Padamkan 45% Kebakaran TPA Jatiwaringin, Belasan Hektar Masih Membara

Tim Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB melaporkan setidaknya sampai hari ketujuh atau Selasa (7/7), operasi pemadaman dari tim gabungan lintas instansi dilaporkan menunjukkan perkembangan signifikan yang mendekati angka 49-50 persen.

Djohan menyampaikan, keberhasilan melokalisasi titik api merupakan buah dari gotong royong yang solid di lapangan antara BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga pihak swasta yang bersatu mempercepat pemulihan area.

Untuk mengatasi kendala medan berat dan titik api yang tidak terjangkau oleh selang pemadam di darat, BNPB telah mengerahkan empat unit armada helikopter pengebom air (water bombing) untuk memperkuat penanganan taktis dari udara.

Di sektor darat, tim mekanis membuat akses jalan terobosan di sisi utara dan selatan guna mempermudah pergerakan mobil Damkar, serta menyiasati area ketinggian dengan membuat embung-embung penampungan air darurat.

Air tersebut disalurkan melalui enam hingga delapan lajur selang pemadam, termasuk menyuntikkan cairan kimia khusus ke zona dalam gunungan sampah agar bara api tersembunyi yang mengandung gas di bawah permukaan dapat dikendalikan.

"Saat ini sudah mencapai 49 persen dan kita terus fokuskan untuk pendinginan," katanya.

Baca Artikel Asli