Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

'Ode to You', Penghormatan Hangat untuk Oele Pattiselanno di Usia 80 Tahun

Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - PADA suatu waktu di Maret, Oele Pattiselanno bertemu dengan Dewa Budjana dan Tohpati. Ketiga gitaris ini berbincang hangat sebagai sahabat, sekaligus membahas rencana lama yang sempat tertunda: membuat sebuah album untuk Oele. Dalam percakapan santai itu, Oele sempat melontarkan kalimat, “Mumpung aku masih hidup."

Hal itu menyentuh hati Budjana dan Tohpati sehingga akhirnya melahirkan komposisi berjudul Ode to You.

Dalam karya instrumental tersebut, kata 'you' pada awalnya terinspirasi dari sosok Oele. Namun, dalam konteks album yang akan dirilis, maknanya menjadi lebih luas dan bisa merujuk pada siapa saja. Komposisi Ode to You sendiri terasa khidmat, emosional, dan mendalam, seolah menjadi ungkapan penghormatan serta kasih sayang kepada seseorang.

Jika menelusuri latar belakangnya, nuansa itu jelas diarahkan kepada Oele Pattiselanno. Bukan hanya lewat lagu Body and Soul, keseluruhan album ini dapat dipahami sebagai bentuk penghargaan dari Budjana, Tohpati, serta para musisi dan pihak yang terlibat terhadap sosok Oele.


Penghormatan tersebut terasa sangat layak diberikan kepada Julius Sjoerd Pattiselanno, atau yang akrab disapa Oele Pattiselanno. Di usia genap 80 tahun pada 22 April 2026, ia telah mengabdikan lebih dari enam dekade hidupnya di dunia musik. “Buat aku, ini anugerah. Di umur 80 tahun, aku masih diberi kesempatan di album ini, dengan kerja keras kawan-kawan,” kata pria kelahiran Malang, 22 April 1946 itu.

Baca juga:

Dewa Budjana dan Andy rif/ Hidupkan Kembali Lagu 'My Life' Milik Benny Soebardja


Sejak memulai karier profesionalnya sebagai gitaris di Surabaya pada 1966, Oele tak pernah berhenti bermusik. Ia sempat singgah di Bandung pada 1968 untuk bermain bersama saudara-saudaranya, lalu akhirnya menetap di Jakarta. Meski pernah menjajal berbagai genre sesuai kebutuhan, jazz tetap menjadi jalur utama yang ia tekuni.

Kini, Oele dikenal sebagai salah satu sosok senior penting dalam dunia jazz Indonesia. Indra Lesmana bahkan menyebutnya sebagai gitaris dengan rasa swing terbaik di Tanah Air. Saat mengerjakan soundtrack film Rumah Ketujuh, Indra merasa kehadiran Oele penting untuk menjaga nuansa swing dalam aransemen big band-nya.

Perjalanan Oele juga melintasi berbagai generasi musisi jazz, mulai dari era Jack Lesmana, Bubi Chen, hingga Ireng Maulana, lalu berlanjut ke generasi Indra Lesmana, Dewa Budjana, dan Tohpati, hingga musisi yang lebih muda seperti Dira Sugandi, Rega Dauna, dan Geva Pattiselanno.


Ketika kabar proyek album ini mulai terdengar publik, banyak musisi menyambutnya dengan antusias dan ingin terlibat sebagai bentuk penghormatan kepada Oele. Awalnya, album ini dirancang sebagai karya instrumental. Namun, keinginan Dira Sugandi untuk ikut berpartisipasi membuat Budjana dan Tohpati sebagai produser akhirnya memilih lagu standar jazz Body and Soul karya Johnny Green dengan lirik dari Edward Heyman dan rekan-rekannya untuk dibawakan dalam album tersebut.(far)

Baca juga:

Cece Caramel Perkenalkan Identitas Musik Lewat EP 'Caramelting', Ada Kolaborasi Lintas Negara

Baca Artikel Asli