Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan

Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026

MerahPutih.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan aturan umat muslim yang merayakan malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi hanya boleh dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Kemarin waktu rapat dengan semua majelis umat beragama sudah ada imbauan agar takbirannya dilaksanakan di rumah masing-masing, imbauan dari majelisnya begitu, bukan imbauan dari gubernur," kata Koster, mengumumkan hasil rapat koordinasi dengan organisasi keagamaan di Bali, dikutip Selasa (17/3).

3 Daerah Rawan Gesekan

Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Koster menyebut daerah rawan gesekan seperti Denpasar, Buleleng, dan Jembrana telah dipetakan.

Baca juga:

Kemenag Terbitkan Aturan Malam Takbiran Bareng Nyepi, Khusus Berlaku di Bali

Untuk itu, Pemprov Bali bersama TNI/Polri dan desa adat memperkuat koordinasi lintas sektor, deteksi dini potensi konflik, serta mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif.

"Kita juga perlu mewaspadai berbagai dinamika sosial, seperti kemungkinan munculnya narasi provokatif di media sosial, kurangnya pemahaman terhadap ketentuan pelaksanaan Nyepi oleh pendatang maupun wisatawan asing, serta potensi gangguan keamanan," paparnya.

Jaminan dari Ormas Islam di Bali

Namun, Koster menambahkan sejumlah organisasi keagamaan seperti MUI dan Muhammadiyah di beberapa kabupaten sudah mengeluarkan arahan.

Bahkan, Gubernur menjamin di kawasan Denpasar dan Buleleng, kesepakatan telah dibuat agar takbiran tidak dilakukan di luar rumah.

Baca juga:

Hari Raya Nyepi, Momentum Perjalanan Spiritual Capai Kedamaian Batin dan Harmoni dengan Alam

“Suatu langkah bagus di Denpasar sudah ada kesepakatan tidak ada takbiran, kemudian juga di Buleleng, bahkan di daerah yang biasanya ada takbiran jadi nanti itu tidak ada, dia lebih awal mengadakan takbiran,” imbuhnya, dikutip Antara.

Dengan keputusan itu, Koster menegaskan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. “Tanggal 19 Maret tidak ada takbiran, sehingga aman, kondusif, dan saya sudah memfasilitasi untuk melakukan itu,” tandas Gubernur. (*)

Baca Artikel Asli