Merahputih.com - Newcastle United mencapai kata sepakat untuk transfer pemain muda berbakar Ajax Amsterdam, Sean Steur dengan nilai 20 juta Euro atau setara Rp 413 miliar pada bursa transfer musim panas ini.
Langkah agresif Newcastle United berburu Sean Steur dari Ajax menjadi bagian dari perombakan besar skuad asuhan Eddie Howe setelah melepas beberapa bintang utama dengan nilai fantastis.
Pengamat transfer terkemuka, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa raksasa Liga Inggris tersebut bergerak cepat mengamankan tanda tangan sang gelandang muda berbakat demi memperkuat kedalaman lini tengah.
Baca juga:
Ajax Mulai Lirik Marc-Andre ter Stegen, Siap Bersaing dengan Maarten Paes?
Aktivitas belanja klub berjuluk The Magpies melonjak drastis setelah mengantongi dana melimpah hasil penjualan Anthony Gordon ke Barcelona senilai Rp 1,44 triliun.
Selain itu, manajemen baru saja melepas Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dengan memecahkan rekor transfer senilai Rp2,06 triliun pada awal pekan.
Kucuran dana segar tersebut langsung dialokasikan untuk membiayai kedatangan sejumlah pemain baru ke St James' Park.

Sebelum mengamankan talenta Belanda, manajemen sukses mendaratkan Bazoumana Toure guna mempertajam sektor penyerangan.
Perwakilan klub saat ini juga terus bergerilya mendekati bintang Piala Dunia, Johan Manzambi. Eddie Howe membutuhkan opsi bervariasi di lini tengah, dan profil gelandang berusia 18 tahun milik Ajax dinilai memenuhi kriteria taktis tim.
Sensasi Pemain Muda Ajax Goda Eddie Howe
Gelandang remaja Belanda menarik perhatian pencari bakat Eropa lewat performa impresif saat menembus skuad utama Ajax sepanjang musim 2025/2026.
Catatan 19 penampilan di kompetisi Eredivisie, lengkap dengan torehan satu gol serta satu assist, membuktikan kapasitas sang pemain di level tertinggi.
Kelebihan utama terletak pada kualitas sentuhan pertama, kreativitas tinggi, dan akurasi umpan menusuk di antara lini pertahanan lawan.
Kesepakatan total tercapai untuk Sean Steur. Newcastle United membayar £20 juta termasuk bonus, dan Ajax menerima proposal tersebut,
ungkap Fabrizio Romano.
Konflik Menit Bermain Picu Eksodus ke Liga Inggris

Kepergian aset berharga melahirkan pukulan telak bagi kubu Johan Cruyff ArenA. Sebelumnya, sang pemain sempat menyetujui draf perpanjangan kontrak bersama De Godenzonen hingga tahun 2030.
Namun, pembicaraan menemui jalan buntu akibat manajemen Ajax enggan menggaransi menit bermain reguler dalam skuad utama dan menuntut sang pemain membuktikan kualitas terlebih dahulu.
Situasi buntu dimanfaatkan Newcastle United dengan menyodorkan proposal finansial bernilai tinggi yang sulit ditolak raksasa Belanda.
Baca juga:
Arsenal Masih Kejar Bruno Guimaraes, Newcastle Belum Mau Lepas Jangkarnya
Dana segar hasil penjualan membantu Ajax membiayai aktivitas belanja pemain baru. Sang gelandang dilaporkan sudah meninggalkan kamp pelatihan pramusim Ajax guna terbang menuju Newcastle untuk menjalani tes medis sekaligus menuntaskan proses administrasi transfer.
Media Belanda menyebut kepindahan ke Liga Inggris menghasilkan lonjakan gaji yang sangat signifikan bagi sang pemain.