MerahPutih.com - Netflix menyiapkan series terbarunya lewat adaptasi buku Rapijali yang akan segera tayang. Proyek series ini akan disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie. Rencananya, series ini akan menggunakan judul yang sama seperti buku asli karya Dee Lestari.
Proyek adaptasi ini menjadi kerja sama perdana antara Sabrina dan Dee Lestari. Sabrina merupakan sutradara perempuan di balik sejumlah film seperti Home Sweet Loan (2024), Noktah Merah Perkawinan (2022), serta debutnya Terlalu Tampan (2019).
Hingga saat ini, belum ada detail lengkap terkait penggarapan adaptasi tersebut, termasuk alur cerita versi serial maupun daftar pemeran. Mengingat novel Rapijali sendiri terdiri dari tiga seri, pengembangannya ke format series menjadi salah satu hal yang dinantikan.
Baca juga:
Aditya Triantoro Tegaskan Serial Animasi 'Nussa' Karya Ratusan Anak Bangsa, Bukan Milik Individu
Sinopsis Rapijali
Berdasarkan cerita bukunya, Rapijali mengikuti kisah Ping, seorang remaja berbakat musik yang belum menemukan ruang untuk berkarya.
Ping tinggal di Pantai Batu Karas, di rumah penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang. Ia dikelilingi sahabat terbaik dan kakek yang menyayanginya. Namun, di balik itu semua, Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang terasa buram. Bakat musiknya yang istimewa belum memiliki wadah, dan ia pun tidak berani bermimpi terlalu jauh.
Hidup Ping berubah drastis ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ia dihadapkan pada lingkungan baru—sekolah baru, teman-teman baru, serta berbagai tantangan yang menguji dirinya.
Mungkinkah ia menemukan apa yang selama ini hilang? Dan apakah Ping siap dengan apa yang akan ia temukan?
Baca juga:
'Zona Merah: Dead City' Siap Tembus Pasar Global, Debut di Cannes Film Market
Sabrina mengatakan proyek adaptasi ini menjadi salah satu yang paling menarik sepanjang kariernya. Ia menyebut ada tantangan sekaligus pengalaman menyenangkan dalam proses penggarapannya.
Proyek adaptasi ini sendiri telah diumumkan sejak Desember 2025 dalam ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF). Dee Lestari juga dikabarkan terlibat dalam penulisan skenario. (Tka)