Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Dari Masa Vakum hingga Kembali Berkarya, NALARA Tuangkan Perjalanan dalam Album 'BIAS'

Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 41 menit lalu

MerahPutih.com - Band folk indie rock asal Subang, NALARA, memperkenalkan album penuh bertajuk BIAS. Album ini merangkum perjalanan panjang mereka dalam bermusik, mulai dari masa vakum, eksplorasi kreatif melalui sejumlah rilisan digital, hingga kembali menyatukan berbagai cerita dalam satu karya utuh.

Bagi NALARA, musik bukan sekadar ruang untuk menciptakan lagu. Lebih dari itu, musik menjadi medium untuk merekam perjalanan hidup, termasuk pengalaman tentang hal-hal yang datang, menetap, pergi, dan meninggalkan jejak dalam diri seseorang.

Karakter tersebut menjadi bagian penting dari karya-karya NALARA. Band ini dikenal melalui pendekatan folk indie rock dengan lirik yang banyak mengangkat kisah, perasaan, serta pengalaman manusia.

Baca juga:

KRTM Rilis 'Ini Belum Selesai', Kisah Berani Mengejar Mimpi yang Pernah Dilepas

Perjalanan NALARA dari 2018 hingga Album BIAS

NALARA terbentuk pada 2018 di Subang. Pada tahun yang sama, mereka memperkenalkan salah satu karya awal melalui lagu Senja.

Menjelang akhir 2019, aktivitas band memasuki masa vakum. Meski demikian, perjalanan kreatif NALARA tidak sepenuhnya berhenti. Mereka tetap melanjutkan eksplorasi musik dan merilis sejumlah lagu melalui platform digital.

Beberapa karya yang dirilis selama periode tersebut antara lain:

Setelah melewati beberapa tahun, NALARA kembali membuka babak baru melalui single Berbicara pada 2026.

Meski hadir dalam rentang waktu berbeda, seluruh rilisan tersebut perlahan membentuk rangkaian perjalanan musikal yang kemudian bermuara pada album penuh BIAS.

BIAS Menjadi Refleksi tentang Beragam Sudut Pandang

Lebih dari sekadar kumpulan lagu, BIAS menjadi refleksi NALARA tentang bagaimana sebuah pengalaman dapat menghadirkan warna, sudut pandang, dan makna yang berbeda bagi setiap orang.

Sesuatu yang terlihat terang bagi seseorang belum tentu dirasakan dengan cara serupa oleh orang lain. Begitu pula sebuah akhir yang bagi seseorang justru dapat menjadi awal bagi orang lain.

Baca juga:

Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova

Album ini juga mengangkat pengalaman tentang luka dan kehilangan yang perlahan membuka ruang bagi pertemuan, kesunyian, hingga keberanian untuk kembali melangkah.

Melalui BIAS, NALARA tidak berusaha memberikan satu jawaban untuk setiap cerita. Mereka justru memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan makna berdasarkan pengalaman hidup masing-masing.

Konsep album BIAS berangkat dari pemahaman bahwa setiap orang memiliki cara pandang dan pemaknaan tersendiri. Perspektif tersebut terbentuk melalui pengalaman yang dilalui sepanjang hidup. (Far)

Baca Artikel Asli