SEBELUMNYA pada 30 Maret 2021 pada halaman media sosialnya, My Bloody Valentine mengunggah sebuah video pendek bertuliskan ’31-03’ berlatar belakang lagu Only Tomorrow. Para penggemar pun dibuat penasaran oleh ulah mereka.
Baru-baru ini kabar tersebut langsung terjawab, dalam wawancara terbaru bersama The New York Times. Salah satu personel MBV, Kevin Shields mengatakan bahwa bandnya tengah dalam tahap pengerjakan dua album usai menekan kontrak dengan label rekaman, Domino Records.
Baca juga:
“Album pertama akan berisi materi ‘hangat dan melodi’ sedangkan untuk album keduanya akan terasa lebih eksperimental,” ucap Kevin Shields.
Personel lainnya Bilinda Butcher menyarankan bahwa, rekaman album bisa diselesaikan pada akhir tahun ini, dengan Shiels menjelaskan grup tersebut mungkin akan bekerja dari jarak jauh tentunya karena kondisi pandemi yang bisa berpotensi kemunduran bagi album ini.
“Aku tidak ingin baru kembali merilis album setelah MBV (2013), di saat aku telah berkepala tujuh. Aku pikir akan lebih keren unutk membuatnya sekarang,” jelas Shields.
Sebelumnya, Shields memang pernah mengatakan pada 2018, bahwa My Bloody Valentine akan merilis dua album baru pada tahun berikutnya yakni 2019. Tetapi sampai saat ini proyek tersebut tidak terwujud.
“Akan banyak materi baru yang masuk tahun depan, aka nada sekitar dua album baru,” ucapnya saat itu.
Baca juga:
Membutuhkan waktu 22 tahun untuk merekam tindak lanjut dari album kedua mereka ‘Loveless’ dengan album ketiga mereka ‘MBV’. Di sisi lain, kontrak dengan Domino Records membuat katalog musik My Bloody kini tersedia di layanan streaming sejak 31 Maret 2021.
My Bloody Valentine merupakan band beraliran rock alternatif asal Irlandia yang terbentuk pada 1983. Sejak 1987 band ini terdiri dari Kevin Shields (vokal, gitar), Bilinda Butcher (vokal, gitar), Colm O Ciosoig (drum), dan Debbie Googe (bass).
Musik MBV terkenal karena penggabungan tekstur gitar disona, vokal androgini, dan teknik produksi yang tidak ortodoks. My Bloody Valentine disebut sebagai yang membantu merintis subgenre rock alternatif yang dikenal sebagai shoegaze selama akhir 1980an dan awal 1990an. (far)
Baca juga: