MerahPutih.com - Kuartet alternatif asal Tangerang, Larung, resmi memperkenalkan single terbaru bertajuk Menanam Racun.
Lagu ini hadir sebagai karya reflektif yang menguliti kegelisahan manusia modern — mulai dari tumpulnya kepekaan, sulitnya menemukan makna hidup, hingga kecenderungan menerima kebusukan realitas tanpa upaya melawan.
Dalam single ini, Larung berkolaborasi dengan Sampurna (Hot Mess Morning Club) yang memberi kontribusi besar, baik dalam penulisan lirik, pengolahan notasi vokal, maupun eksplorasi warna bunyi yang memperkaya karakter lagu.
Baca juga:
Burgerkill Tegaskan Perlawanan Lewat Single 'Kontinum', Berikut Lirik Lengkapnya
Melalui lirik yang sederhana namun sarat simbol, Menanam Racun dibuka dengan keresahan personal lewat penggalan kalimat, “Sempat berpikir mengapa diriku, mudah tersinggung dan juga tersanjung.”
Dari titik tersebut, lagu berkembang menjadi kritik yang lebih luas melalui repetisi frasa “jangan dicerna”, sebuah peringatan tentang bahaya menerima realitas secara mentah tanpa kesadaran.
Lagu ini memotret bagaimana manusia kerap menciptakan racunnya sendiri, memeliharanya, lalu perlahan meneguknya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Makna Lirik Lagu Terbaru JKT48 'Andai ’Ku Bukan Idola', Ceritakan Dilema Seorang Idola
Dari sisi musikal, Menanam Racun kembali menegaskan kecenderungan eksperimental Larung. Pola drum yang tegas, riff gitar yang mudah melekat, serta kejutan seperti solo drum di bagian akhir dan sisipan rekaman percakapan dari ponsel di tengah lagu, memperkuat nuansa mentah dan jujur yang ingin disampaikan.
Melalui Menanam Racun, Larung kembali menegaskan posisinya sebagai band yang tidak sekadar menawarkan musik, tetapi juga ruang perenungan tentang kejujuran pada diri sendiri, kesadaran, dan keberanian menghadapi realitas yang sering dianggap lumrah. (Far)