MerahPutih.com - Tim MMA Indonesia memasang target tinggi pada debut cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Tiga wakil Merah Putih yang akan turun bertanding sama-sama membidik medali emas.
Ketiga atlet tersebut yakni Ananda Wahyu Setyoprabowo di kelas 77 kilogram tradisional, Vallensia Fahira Hotmauli di kelas 54 kilogram modern MMA, dan Gibran Darrow di kelas 65 kilogram tradisional.
Meski baru pertama kali tampil di Asian Games, ketiganya mengaku tidak gentar menghadapi para pesaing dari Kazakhstan dan negara-negara Asia Tengah yang selama ini dikenal memiliki kekuatan di cabang tersebut.
Ananda mengatakan persiapan menghadapi lawan dilakukan dengan mempelajari karakter dan permainan para pesaing.
Baca juga:
Menurutnya, pengalaman pertama di Asian Games justru menjadi motivasi untuk memberikan hasil terbaik.
Kami bertiga hanya turun dan kami targetkan emas. Pesaingnya pasti Kazakhstan dan Asia Tengah. Kami sudah pelajari permainan mereka. Ini pertama kali ikut,
kata Ananda di acara Tim Indonesia, Jakarta, Sabtu (29/8).
Keyakinan serupa disampaikan Vallensia. Atlet yang akan tampil di kelas 54 kilogram modern MMA itu menegaskan dirinya bersama tim telah mempelajari kekuatan dan kelemahan calon lawan.
Kami sudah mempelajari kekurangan lawan-lawan saya, jadi kami optimistis. Kami yakin bisa mendominasi,
ujar Vallensia.
Indonesia Berpotensi Bicara Banyak
Sementara itu, Gibran menegaskan kesiapan tim Indonesia untuk bersaing dengan para petarung terbaik Asia.
Ia percaya persiapan yang dilakukan membuat Indonesia memiliki peluang untuk berbicara banyak dalam debut MMA di Asian Games.
“Kami yakin lebih bagus. Kami sudah mempersiapkan diri dan yakin bisa mendominasi pertandingan,” kata Gibran.
Dengan hanya mengirimkan tiga atlet, Indonesia berharap setiap wakil mampu tampil maksimal dan membawa pulang medali emas dari debut MMA di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Baca juga:
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Target tersebut sekaligus menjadi tantangan besar bagi Ananda, Vallensia, dan Gibran untuk membuktikan bahwa MMA Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara yang lebih dahulu memiliki tradisi kuat di cabang olahraga tersebut. (Knu)