Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tiba September, Misi VVIP Pertama KRI Gajah Mada Bawa Prabowo di Parade HUT TNI

Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026

MerahPutih.com - Kehadiran KRI Gajah Mada menandai era baru kekuatan laut Indonesia. Kapal induk yang kini masih bernama Giuseppe Garibaldi itu akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada setelah tiba di Tanah Air.

Tugas pertama kapal induk pertama Indonesia hibah dari Italia itu dijadwalkan tampil perdana dalam peringatan HUT ke-81 TNI Oktober 2026.

Baca juga:

Jejak Pertempuran Kapal Induk KRI Gajah Mada di Bawah Militer Italia Sejak 1985

Kepada media dikutip Senin (31/8), Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan KRI Gajah Mada akan bergabung armada TNI AL dalam rangkaian parade alat utama sistem senjata (alutsista) laut.

Sesuai rencana awal, Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur sailing pass dalam rangka HUT TNI ke-81,

Kadispenal Lakma Tungul.

Kapal
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi. (ANTARA/X)

KRI Gajah Mada akan digunakan sebagai kapal bagi tamu sangat penting (very very important person/VVIP), termasuk Presiden Prabowo Subianto, menteri, dan pejabat TNI saat parade. Namun hingga kini, belum ada informasi detail lokasi maupun konsep pelaksanaan sailing pass HUT ke-81 TNI.

Perkiraan Tiba di Tanah Air 15-20 September 2026

Kapal induk Giuseppe Garibaldi saat ini masih dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia. Kapal induk pertama TNI itu diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

Baca juga:

Spesifikasi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi, Sejarah Namanya hingga jadi KRI Gajah Mada

Giuseppe Garibaldi (C 551) masuk kategori kapal induk ringan bertenaga konvensional milik Marina Militare Italia. Dilansir Antara, geladak kapal seluas 4.000 meter persegi menampung hingga 16 hingga 18 unit pesawat tempur jenis Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) atau helikopter.

Kapal itu nantinya akan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia melalui skema hibah pertahanan. Setibanya di Tanah Air, kapal induk itu berganti nama menjadi KRI Gajah Mada, berganti bendera Merah Putih dijadwalkan pada 25 September 2026.

Spesifikasi Teknis KRI Gajah Mada

> >Spesifikasi >Detail scope="row">Panjang kapal >±180 meter scope="row">Geladak >4.000 m², menampung 16–18 pesawat STOVL/helikopter scope="row">Mesin >4 turbin gas CODAG Fiat (lisensi GE) scope="row">Daya >81.000 hp (60 MW) scope="row">Kecepatan max >30 knot (56 km/jam) scope="row">Jarak jelajah >7.000 mil laut (13.000 km) pada 20 knot scope="row">Persenjataan >Rudal Otomat Mk2, torpedo ILAS, SAM Aspide, CIWS Oto Melara DARDO scope="row">Sistem pertahanan >SCLAR, SLQ-25 Nixie, SLAT, ECM scope="row">Modernisasi >2003, restrukturisasi besar 2013

Sejarah Penamaan Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Berusia 40 Tahun

Nama kapal induk ini diambil dari Giuseppe Garibaldi, jenderal sekaligus pahlawan nasional Italia abad ke-19 yang memimpin ekspedisi I Mille. Kapal yang sudah berusia 40 tahun itu memiliki panjang sekitar 180 meter.

Baca juga:

Kapal Induk Pertama KRI Gajah Mada Menuju Indonesia, Perjalanan 20 Hari dari Italia

Dibangun Fincantieri di Monfalcone, Giuseppe Garibaldi mulai bertugas pada 30 September 1985. Dilansir Antara, tugas awalnya sebagai kapal pengusung helikopter dan platform peperangan antikapal selam. Perubahan regulasi Italia pada 1989 membuka jalan bagi Marina Militare mengoperasikan pesawat tempur sayap tetap dari kapal itu. (*)

Baca Artikel Asli