Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Menteri Harus Segera Bikin Perencanaan Matang Gapai Visi dan Misi Presiden

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 Oktober 2024

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki visi yakni "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045".

Pengamat politik sekaligus Doktor Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI), Ujang Komarudin mengatakan, para menteri harus segera mengakselerasi program Astacita atau delapan misi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Para menteri Kabinet Merah Putih harus mempersiapkan dengan matang program kementerian yang berorientasi kepada visi, delapan misi, serta 17 program prioritas yang sudah dicanangkan oleh Prabowo-Gibran, sehingga apa yang dicita-citakan bisa terwujud.

"Yang harus dipersiapkan adalah melakukan perencanaan yang matang, perencanaan yang dalam dan komprehensif," kata Ujang kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (23/10).

Baca juga:

Gelar Sidang Kabinet Perdana, Prabowo Ingin Hilangkan Kepentingan Individu

Menurut dia, setelah membuat program yang tepat maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengeksekusi rencana-rencana yang sudah dibuat, sehingga tidak lagi hanya sekadar teori atau wacana.

Dia membeberkan salah satu Astacita yang dicanangkan adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).

Menurut dia, misi tersebut harus segera dibahas secara komprehensif oleh kementerian terkait, yakni Kementerian Hukum, Kementerian HAM, dan lembaga lainnya.

"Jadi perencanaan harus bagus dan eksekusinya juga harus bagus. Jadi kombinasi perencanaan yang matang dengan eksekusi kebijakan di lapangan itu harus segera dilakukan," ujar pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.

Ia mengatakan, untuk melihat perkembangan eksekusi Astacita yang sudah dibuat, Prabowo harus memantau intens kinerja para menteri.

"Kalau komitmen itu tidak dijalankan oleh mereka para menteri, ya presiden tinggal mengganti atau reshuffle," ujarnya.

Baca Artikel Asli