Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Mengenal Sejarah Ballon d’Or, Penghargaan Individu Paling Bergengsi di Sepak Bola

Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026

Merahputih.com - Ballon d’Or merupakan penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola dunia.

Digagas oleh majalah France Football, penghargaan ini pertama kali diberikan pada 1956 dan terus berkembang seiring perubahan di sepak bola internasional.

Pada awal penyelenggaraannya, Ballon d’Or hanya bisa dimenangi pemain berkewarganegaraan Eropa yang bermain di klub Eropa. Namun, aturan tersebut kemudian diperluas hingga pemain dari seluruh dunia berkesempatan meraih penghargaan ini.

Baca juga:

Daftar Pemenang Ballon d’Or dari Tahun ke Tahun, Lionel Messi Masih Terbanyak

Seiring perjalanan waktu, Ballon d’Or juga mengalami perubahan dalam sistem penyelenggaraan dan kategori. Penghargaan untuk pemain putri diperkenalkan, sementara kategori pelatih terbaik turut hadir untuk mengapresiasi kontribusi dari sisi kepelatihan.

Lantas, bagaimana perjalanan Ballon d’Or sejak pertama kali diberikan pada 1956? Berikut sejarah, perubahan aturan, dan sistem penentuan pemenangnya.

Sejarah Ballon d’Or sejak 1956

Baca juga:

Bagaimana Cara Menentukan Pemenang Ballon d’Or 2026? Ini Aturan dan Sistem Penilaiannya

Ballon d’Or pertama kali diselenggarakan oleh France Football pada 1956. Pada masa awal, penghargaan ini dikenal sebagai penghargaan bagi pemain terbaik Eropa.

Saat itu, hanya pemain berkewarganegaraan Eropa yang memperkuat klub Eropa yang memenuhi syarat untuk masuk nominasi. Pembatasan tersebut bertahan hingga akhirnya aturan kelayakan kandidat mengalami perubahan.

Pada 1995, pemain non-Eropa yang bermain untuk klub Eropa mulai berkesempatan memenangi Ballon d’Or. Perubahan lebih besar terjadi pada 2007, ketika penghargaan ini dibuka bagi pemain dari seluruh dunia, tanpa batasan kewarganegaraan maupun lokasi klub.

Perluasan tersebut menjadikan Ballon d’Or semakin mencerminkan persaingan sepak bola di tingkat global.

Perubahan Penting dalam Penyelenggaraan Ballon d’Or:

Baca juga:

Fakta Gila Stanley Matthews: Pemenang Ballon d'Or Pertama yang Sukses Pecundangi Legenda Real Madrid

Bergabung dengan FIFA pada 2010

Pada 2010, France Football dan FIFA menggabungkan Ballon d’Or dengan penghargaan FIFA World Player of the Year. Ajang tersebut kemudian dikenal sebagai FIFA Ballon d’Or dan berlangsung hingga 2015.

Setelah kerja sama berakhir, France Football kembali menyelenggarakan penghargaan secara mandiri dengan nama Ballon d’Or pada 2016.

Ballon d’Or Feminin diperkenalkan pada 2018

France Football memperkenalkan Ballon d’Or Feminin pada 2018 untuk memberikan penghargaan kepada pemain sepak bola putri terbaik dunia.

UEFA ikut menyelenggarakan penghargaan pada 2024

Pada 2024, UEFA menjalin kemitraan dengan Groupe Amaury, perusahaan yang menaungi France Football, dalam penyelenggaraan Ballon d’Or.

Pada tahun yang sama, kategori pelatih terbaik putra dan putri turut diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan penghargaan.

Bagaimana Cara Menentukan Pemenang Ballon d’Or?

Pemenang Ballon d’Or ditentukan melalui pemungutan suara oleh jurnalis sepak bola internasional yang memenuhi kriteria penyelenggara.

Para juri memilih dan mengurutkan sepuluh pemain terbaik dari daftar nominasi berdasarkan penilaian terhadap performa mereka selama periode yang ditentukan.

Baca juga:

Hapus Dahaga Bernabeu, Kylian Mbappe: Ballon d'Or Harus Kembali ke Real Madrid

Setiap posisi memiliki bobot poin berbeda. Pemain yang ditempatkan di peringkat pertama memperoleh 15 poin, peringkat kedua mendapat 12 poin, dan peringkat ketiga memperoleh 10 poin. Sementara itu, pemain di posisi berikutnya mendapatkan poin secara bertahap hingga satu poin untuk peringkat kesepuluh.

Seluruh poin kemudian dijumlahkan. Pemain dengan total poin tertinggi berhak meraih Ballon d’Or pada kategori yang diikutinya.

Baca Artikel Asli