Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Mengenal Glioblastoma, Tumor Otak yang Diderita Agung Hercules

Dwi Astarini - Senin, 17 Juni 2019

KABAR sakitnya Agung Hercules mengejutkan banyak orang. Pria yang biasanya tampil kekar dengan rambut gondrong khas itu kini terlihat kurus dan botak. Rupanya, ia dikabarkan tengah berjuang melawan glioblastoma. Hal itu diketahui dari unggahan sang istri di akun Instagram-nya.

Glioblastoma merupakan jenis tumor otak. Penyakit ini muncul akibat sekumpulan massa yang dibentuk sel abnormal yang terjadi pada otak, baik yang tumbuh dengan sendirinya (primer) maupun hasil dari metastasis atau penyebaran sel kanker dari organ lainnya (sekunder).

WHO mengklasifikasikan tumor otak primer berdasarkan asal sel tumor dan tingkat keganasan tumor pada otak. Hingga saat ini, ada sekitar 120 jenis tumor otak yang telah teridentifikasi.

Sebagian besar tumor otak primer terjadi pada sel glia, suatu sel yang menghubungkan sel saraf pada otak. Tumor pada sel otak dikenal dengan nama glioma. Tumor otak juga dapat terjadi pada organ lainnya yang termasuk dalam sistem saraf, seperti pada kelenjar pitutari (adenoma pitutari), selaput otak (meningioma), sel penghubung otak (neuroma), serta pada saraf indera dan keseimbangan (neuroma akustik).

brain
Ada beberapa subtipe glioma berdasar sel yang diserang. (foto: pixabay/thedigitalartist)

Tumor otak glioma merupakan jenis yang paling sering terjadi. Seperti dilansir Hellosehat, ada empat level keganasan (grade) untuk tumor ini. Selain itu, ada beberapa subtipe glioma berdasar sel glia yang diserang pada berbagai bagian otak.


1. Astrositoma

Ini merupakan jenis tumor otak yang memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Tumor ini aling sering ditemukan pada anak-anak dengan keganasan rendah. Namun, jika terjadi pada orang dewasa dan lansia, tumor memiliki keganasan yang lebih tinggi. Astrositoma pada grade IV atau dengan keganasan paling tinggi dikenal juga dengan nama glioblastoma.

2. Oligodendroglioma

Tumor otak ini biasanya terjadi pada otak besar sisi depan dan pinggir. Penyakit ini mengganggu pembentukan selaput myelin yang berfungsi dalam menghantarkan impuls pada sel saraf. Sebagian besar ditemukan pada usia dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalaminya. Tumor ini juga memiliki asosiasi dengan kelainan kromosom.


3. Ependymoma

Penyakit ini ditemukan pada usia remaja dan anak-anak dengan tingkat keganasan yang bervariasi, tapi dapat berubah. Gangguan tumor dapat berasal dari bagian otak yang mengandung cairan otak di beberapa bagian dari tulang belakang. Ependymoma dapat menyebar ke bagian sistem saraf pusat lainnya melalui sirkulasi cairan otak. Pengangkatan segera diperlukan untuk menghindari pembesaran kepala akibat berisi cairan (hidrosefalus).


4. Glioma batang otak

Penyakit ini hampir sebagian besar terjadi pada anak-anak usia di bawah 10 tahun, tapi ada kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa. Tumor ini menyerang bagian bawah otak dan dapat terjadi dengan tingkat keganasan rendah hingga tinggi.


5. Glioma saraf optik

Tumor jenis ini banyakditemukan pada bayi. Namun, orang dewasa masih bisa mengalami. Glioma saraf optik ditandai pertumbuhan tumor di sekitar saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Jika tidak ditangani, tumor ini dapat menyebabkan kebutaan progresif.


6. Glioma campuran

Seperti namanya, glioima jenis ini tidak spesifik di mana asalnya dan merupakan campuran dari beberapa jenis glioma dengan tingkat keganasan yang cenderung tinggi.


Meskipun tumor muncul di bagian-bagian otak berbeda pada otak, gejala yang ditimbulkan tumor otak glioma umumnya ialah kejang, sakit kepala, perubahan perilaku, perubahan kemampuan kognitif dan/atau mengalami kesulitan berjalan atau kelumpuhan.

Tumor otak ganas seperti glioblastoma dapat kembali tumbuh dan menyebar dengan cepat. Oleh karena itu, penanganan dengan pembedahan disertai kemoterapi dan radiologi amat diperlukan.(*)

Baca Artikel Asli