Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Menag Yaqut Minta Idul Adha Jangan Jadi Klaster COVID-19

Andika Pratama - Senin, 19 Juli 2021

MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan peniadaan kegiatan saat Idul Adha 1442 Hijriah masih berlaku.

Menurut Yaqut, upaya ini merupakan kontribusi dalam melindungi warga dari pandemi COVID-19. Apalagi varian delta COVID-19 memiliki potensi penyebaran tujuh kali lipat dari varian sebelumnya.

Baca Juga

Aturan Perjalanan Ketat Masih Berlaku Saat Saat Idul Adha

"Saya minta Kakanwil Kemenag dan Rektor PTKN untuk lebih masif berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Pemda dalam sosialisasikan prokes SE No 17 ini," katanya di Jakarta, Senin (19/7).

Menurut Yaqut, TNI-Polri bakal dikerahkan untuk memastikan penegakan aturan dibawah berjalan baik.

"Ini harus dilakukan dengan upaya kolaboratif bersama TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam melindungi warga dari pendemi COVID-19," sambungnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta jajarannya untuk memberikan perhatian agar terhadap momen penyembelihan hewan kurban. Sebab, momen ini dikhawatirkan akan memantik orang berkumpul dan berpotensi menimbulkan penularan COVID-19.

Sejumlah Kakanwil dalam rakor ini melaporkan proses sosialiasi dan implementasi SE No17 tahun 2021. Mereka antara lain, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kakanwil Kemenag Bali.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Dari paparan tersebut terungkap sejumlah kendala dalam sosialiaasi dan pelaksanaan prokes Idul adha 1442 H. Misalnya, maraknya berita hoaks, baik yang terkait COVID-19 ataupun informasi diperbolehkannya salat Iduladha oleh pemerintah.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap momen Idul Adha 1442 Hijriah tidak memunculkan klaster baru penularan COVID-19.

Ma’ruf mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam membuat kesepakatan bersama untuk memastikan kebijakan penyesuaian peribadatan Idul Adha agar tidak menimbulkan kasus baru.

"Semua sepakat bahwa jangan sampai penyelenggaraan Idul Adha ini menjadi klaster baru yang menambah semakin tingginya tingkat penularan COVID-19," kata Wapres Ma’ruf.

Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut seluruh ormas Islam ikut bertanggung jawab terhadap kondisi bangsa di tengah pandemi COVID-19.

"Oleh karena itu, tadi sudah sepakat membuat pernyataan bersama, penegasan untuk melaksanakan ibadah dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujar Ma'ruf Amin.

Ia mengundang perwakilan ormas Islam secara hibrid untuk membahas terkait imbauan penyesuaian kegiatan peribadatan umat Islam pada Idul Adha yang jatuh pada Selasa (20/7)

Turut hadir secara langsung di kediaman resmi wapres di Jakarta, Minggu (18/7), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Zein Umar bin Smith, Ketua Umum Pimpinan Pusat/Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Yusnar Yusuf.

Sedangkan yang ikut dalam pertemuan tersebut secara virtual, antara lain Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni. (Knu)

Baca Juga

Jelang Idul Adha, 5 Gerbang Tol di Jatim Ditutup dan 315 Ruas Jalan Diperketat

Baca Artikel Asli