MERAHPUTIH.COM - MENTERI Agama Nasaruddin Umar menegaskan pembangunan Indonesia tidak hanya bergantung pada kerja keras, tetapi juga harus disertai kekuatan spiritual melalui doa. Hal itu ia sampaikan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8).
Menurut Nasaruddin, doa merupakan bagian penting dalam perjalanan bangsa untuk menjaga persatuan sekaligus memohon keberkahan bagi Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai waktu untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin.
“Dengan zikir, kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin, dikutip dari keterangan Biro Pers Sekretariat Negara.
Baca juga:
Pejabat Terima Gratifikasi dan Suap, Menteri Agama: Dosanya Sangat Besar
Ia mengatakan bangsa yang besar tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik dan kemajuan ekonomi, tetapi juga ditopang keluhuran akhlak, nilai-nilai moral, serta kerukunan antarsesama. Nasaruddin menilai semangat kebersamaan perlu terus dijaga di tengah keberagaman Indonesia.
Menurutnya, persatuan menjadi modal utama agar cita-cita bangsa dapat diwujudkan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan itu diikuti lebih dari 100 ribu jemaah dan dihadiri para menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh lintas agama.(knu)
Baca juga:
Rangkaian HUT Ke-81 RI Agustus 2026: Zikir Kebangsaan, Upacara Istana, hingga Merdeka Run