Memaknai Inklusif dalam Aice 7th Indonesia Open Woodball Versi Pemain Senior Asal Singapura
Sabtu, 23 Agustus 2025 -
Merahputih.com - Sejumlah atlet woodball dari berbagai kalangan usia mengadu skill tdi Kompetisi Aice 7th Indonesia Open Woodball 2025 yang berlangsung di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat. Ajang ini berlangsung inklusif.
Pertandingan Aice 7th Indonesia Open Woodball berlangsung sejak 22-24 Agustus 2025.
Atlet woodball Singapura Martin Cheng mengatakan Aice 7th Indonesia Open Woodball menjadi ajang woodball yang inklusif lantaran bisa bertemu dengan pemain lainnya, dari segi usai terpaut jauh.
"Saya sangat menyukainya. Saya percaya ini adalah permainan yang satu-satunya. Kita bisa memiliki tiga generasi yang berkompetisi bersama," kata atlet 72 tahun ini sambil tertawa saat ditemui di Convention Hall, Sabtu (23/8).
Seperti yang diketahui permainan woodball tidak dibatasi usia. Semua peserta bertanding berdasarkan kategori yang sesuai dengan keahliannya.
Baca juga:
Cheng mengatakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan pemain anak berusia 8 tahun. Pernah juga bertanding dengan lawan yang usianya 16 tahun, juga berusia 20 tahun lebih. Termasuk dulu pernah bertemu dengan orang yang berumur 23 tahun lebih tua daru dirinya.
Ia meyakini woodball adalah permainan yang sangat bagus. Menurut dia, alih-alih yang muda terus menjaga yang tua namun sebetulnya yang seru adalah promosikan generasi-generasi untuk bermain bersama.
Jika bicara fasilitas inklusif yang disediakan selama Aice 7th Indonesia Open Woodball, Cheng mengatakan sangat mengapresiasi. Terlebih tersedia transportasi seperti buggy yang mempermudah mobilitasnya.
"Mereka memberikan transportasi yang lebih spesial (buggy), supaya kita tidak perlu berjalan jauh yang melelahkan, karena Ini adalah hal yang sangat bagus," kata dia. (Tka)