Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Masyarakat Jerman Kecam Gerakan Anti Islam

Ana Amalia - Rabu, 07 Januari 2015

MerahPutih Internasional- Islam memang terus berkembang di Eropa, mereka tumbuh dari para imigran negara-negara Islam seperti Turki, Lebanon, Bosnia, dan negara-negara mayoritas Islam lainnya.

Jerman menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan penduduk Islam terpesat di dunia. Hal ini juga difaktori banyaknya penduduk Imigran dari negara Islam di Jerman. Akibatnya banyak gerakan-gerakan anti Islam di negara industri itu.

Seperti yang dilansir news.com.au, Jerman sedang dirundung berbagai demonstrasi rakyatnya yang merasa tidak nyaman negaranya dipenuhi para imigran yang kebanyakan beragama Islam. Mereka menyebut dirinya sebagai PEGIDA (Patriotic Europeans against Islamization of the West) atau “Warga Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat”.

Gerakan ini semakin meresahkan para umat Islam di Jerman, jiwa mereka terancam jika berpergian mengenakan atribut agama seperti jilbab atau pun sorban.

Untuk itu masyarakat Jerman yang berpengang teguh pada demokrasi, anti rasis dan toleransi membuat demonstrasi tandingan untuk menentang aksi PEGIDA pada Senin, 5/1/2015.

Aksi soledaritas itu dilakukan di empat kota besar seperti Berlin, Stuttgart, Cologne dan Dresden. Mereka menyuarakan toleransi antar umat beragama di Jerman.

Jumlah partisipan PEGIDA semakin hari semakin tumbuh di kota Dresden, hingga Desember lalu Polisi mencatat sekitar 17.500 warga Jerman menjadi simpatisan PEGIDA. Untuk itu, Kanselir Jerman Angela Merkela meminta agar warganya tidak terpengaruh dengan aksi berbau rasis seperti PEGIDA.

“Ketika demonstran PEGIDA meneriakkan kata “kami adalah rakyat”, sebenarnya yang mereka maksud adalah “kalian tidak termasuk karena warna kulit dan agama kalian,” jelas Merkela.

 

Baca Artikel Asli