Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Maskapai Penerbangan Belum Sepenuhnya Ramah Lingkungan

Ikhsan Aryo Digdo - Sabtu, 22 April 2023

APAKAH maskapai penerbangan dapat beroperasional dengan ramah lingkungan? Jawabannya adalah tidak. Meskipun industri lain sibuk untuk beralih ke energi terbarukan, tetapi industri penerbangan tetap masih bergantung pada minyak tanah.

Meskipun hal ini tetap terjadi dan jumlah penerbangan yang terus meningkat, penerbangan akan menjadi penyumbang sebagian besar emisi karbon di dunia.

Baca Juga:

Ada Tidak Sih Maskapai Paling Tepat Waktu di Singapura?

“Menurut Airbus, emisi CO2 dari pesawat yang dibangun saat ini 80 persen lebih rendah dibandingkan dengan tahun 1970-an. Boeing juga mengklaim bahwa 787 Dreamliner buataannya menggunakan bahan bakar 20 persen lebih sedikit per penumpangnya,” tulis laman Independent.

Menurut sebuah penelitian, maskapai yang menggunakan lebih banyak pesawat baru, seperti Dreamliner dalam armadanya cenderung mengeluarkan lebih sedikit karbon per available seat kilometre (ASK). Namun untuk rute Eropa yang lebih pendek, penggunaan bahan bakar lebih banyak.

Maskapai yang menggunakan pesawat baru cenderung mengeluarkan lebih sedikit karbon. (Foto: Pexels/Pixabay)

Sampai dunia memiliki alternatif bahan bakar fosil, bahan bakar untuk penerbangan akan tetap digunakan. Harold Goodwin dari Responsible Tourism Partnership mengatakan yang tidak ramah lingkungan justru bukan durasi penerbangannya, namun kualitas bahan bakarnya. "Masalahnya bukan penerbangan, tetapi bahan bakar kotor pesawat yang terbakar," ujarnya.

Beberapa pendekatan terbarukan sedang dicoba dan diuji, seperti bahan bakar hidrogen, listrik hibrida, listrik penuh, dan sustainable aviation fuels (SAF). SAF adalah biofuel dan dapat bekerja di pesawat yang sudah ada. Beberapa maskapai penerbangan seperti KLM telah mengurangi emisi penerbangan tunggal hingga 75 persen menggunakan SAF.

Baca Juga:

Ternyata Begini Cara Mendapatkan Layanan Memuaskan Dari Pramugari

“Bahan bakar penerbangan berkelanjutan memiliki potensi sebagai langkah sementara karena dapat digunakan pada pesawat yang sudah ada, tetapi tidak ada yang menganggapnya sebagai tujuan akhir,” kata pendiri Responsible Travel Justin Francis.

Memilih untuk terbang di siang hari dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga lingkungan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Jika tidak menemukan pilihan lebih ramah lingkungan, ada beberapa cara lain yang dapat diterapkan. Yang pertama, mengurangi jadwal penerbangan atau menerapkan larangan terbang. Jika kamu ingin bepergian, usahakan ambil satu penerbangan langsung dan pilih pesawat yang lebih baru. Sebaiknya untuk terbang di siang hari untuk mengurangi efek contrails.

Penumpang juga dapat berperan untuk menjaga kelestarian bumi dalam aspek penerbangan. Maskapai penerbangan bisa memberikan arahan kepada penumpang agar bergabung dengan organisasi-organisasi yang memberikan edukasi kepada penumpang tentang penerbangan lebih ramah lingkungan. (vca)

Baca Juga:

Suka Melancong Menggunakan Pesawat? Tips Dari Pramugari Ini Patut Diikuti

Baca Artikel Asli