Merahputih.com - Tim Nasional Argentina masih punya kesempatan untuk lolos penyisihan grup D Piala Dunia 2018 meski di dua laga terakhir tak pernah meraih kemenangan. Messi dkk imbang 1-1 kontra Islandia dan kalah 0-3 dari Kroasia.
Harapan itu seharusnya membuat para pemain Argentina fokus berlatih, bekerja keras demi dapat mengalahkan Nigeria di laga pamungkas. Namun, Argentina justru diganggu dengan pemberitaan mengenai situasi internal Tim Tango tengah memanas.
Dalam ruomor itu, pemain, yang dipimpin Lionel Messi dan Javier Mascherano, ingin 'mengkudeta' Jorge Sampaoli dengan cara menolak dilatih olehnya. Sampaoli pun kabarnya akan segera meninggalkan Argentina sebelum laga melawan Nigeria atau sesudah laga berakhir.
Isu itu muncul setelah Sampaoli gagal memaksimalkan talenta dalam skuatnya. Komentarnya yang mengkritisi performa Argentina pasca kalah kontra Kroasia juga memicu emosi beberapa pemain tim.

Mascherano pun angkat bicara mengenai pemberitaan tersebut. Dengan nada tinggi, marah, mantan pemain Barcelona itu berkata bahwa seluruh isu hanyalah mitos alias tidak benar dan hanya dibuat-buat.
"Tanya seluruh pelatih yang memilih tim. Ada sekitar tujuh-delapan pelatih dan tidak pernah ada yang mengatakannya (isu perpecahan internal Argentina). Pemberitaan seperti itu memang sudah disematkan kepada generasi kami, tidak ada yang tahu mengapa, tapi ini terus terjadi: satu orang berkata, yang lain turut mengatakannya dan akhirnya 'bola salju' terus bergulir," cetus Mascherano di Goal, Senin (25/6).
"Ada banyak mitos dari pemberitaan itu. Pelatih-pelatih terbaik di dunia juga meminta opini pemain, karena para pemain-lah yang membuat keputusan saat bertanding. Pelatih tidak harus menyetujuinya, dia hanya ingin tahu bagaimana perasaan Anda ketika bertanding."
"Ini bukan tentang menentang opini apapun, tapi lebih dari kesepakatan kolektif mengenai hal-hal yang dirasa bagus untuk tim," lanjut Mascherano.

Permasalahan pun semakin pelik karena adanya rekaman suara WhatsApp mengenai rencana untuk menggulingkan Sampaoli, serta rumor keributan antara Mascherano dengan Cristian Pavon. Apa jawaban Mascherano mengenai hal ini?
"Saya tidak bisa menghentikan pria yang mengirim rekaman suara, saya tidak tahu jika itu dilakukan dengan sengaja atau teleponnya disadap, saya tidak tahu apa lagi yang harus dipercayai sekarang," imbuh Mascherano.
"Saya bahkan tidak tahu apa lagi yang harus dipikirkan, saya percaya dengan 22 pemain yang ada dengan saya sekarang. Tidak ada lagi. Biarkan semuanya mengurus urusan mereka masing-masing. Saya di sini untuk berkata bahwa kami tidak bermain dengan baik," pungkasnya.
Seluruh laga pamungkas grup D: Kroasia kontra Islandia dan Argentina melawan Nigeria akan berlangsung bersamaan, pada Rabu, 27 Juni 2018 pukul 01.00 dini hari WIB. (*/bolaskor.com)