Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Magnesence Bicara Kebenaran yang Tidak Rasional

P Suryo R - Rabu, 03 Maret 2021

TERBENTUK pada 2012, band pop rock yang menamakan diri mereka, Magnesence, kembali merilis single terbaru Stop and See. Magnesence ingin mengajak pendengar belajar bersama memahami yang disebut dengan post-truth.

“Lagu ini interprestasi kami terhadap post-truth. Kami tidak merasa paling benar, lebih ke mau memancing rasa ingin tahu pendengar untuk sama-sama belajar memaknai istilah ini,” jelas bassis Magnesence, Rio dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Selasa (2/3).

Baca Juga:

SoundCloud akan Bayar Artis Indie Berdasar Pendengar

Bagi Magnesence, post-truth merupakan fenomena sosial yang menjangkiti pola pikir masyarakat dalam mencerna informasi. Seseorang menerima informasi dan memprosesnya hanya berdasarkan perasaan, kemudian mereka abai memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

Single Stop and See juga dilengkapi dengan video klip yang disutradarai oleh Patrick Warmanda. Dalam video berdurasi 4.51 menit ini, memperlihatkan perjalanan para personel terlibat dalam situasi genting.

“Pada akhirnya mereka menyakini hal tersebut sebagai kebenaran karena telah terbawa perasaan dan tidak lagi rasional, seperti lirik pada Stop and See berbunyi ‘Your truth is not mine, who’s the outsider now?',” lanjut Rio.

Lagu yang diawali dengan petikan gitar akustik yang khas, disusul oleh vokalis yang melantunkan bait pertama, ‘Are you under a spell?’. Kemudian, masuk suara petikan gitar elektrik yang membawakan nuansa minimalis bersama irama nan groovy dari bas dan drum hingga masuk reff.

Baca Juga:

3 Musisi Kulit Hitam yang Mampu Mengambil Alih Industri Musik 2021

musik
Single anyar yang kompleks. (Foto: instagram@magnesence)

Mood yang lebih lepas terwakili pada bagian reff, dengan semua instrumen yang menjaga nuansa pop dari lagu ini. Eksplorasi sound rock kemudian ditonjolkan pada bridge lewat distorsi gitar, termasuk pada pemilihan sound di bagian gitar solo.

“Sejauh ini, single terbaru ini merupakan lagu kami yang kompleks. Bahkan sejak proses awal menggubah. Kami berusaha agar musik dan liriknya dapat saling mengimbangi,” jelas Rio.

Magnesence beranggotakan Rio (bass), Irhas (drum), Cahyo (gitar), Fadhli (vokal), dan Reno (gitar). Sampai saat ini, Magnense telah menelurkan beberapa single, diantaranya Language of thunder, Magnectic Music, dan Into The Light. (far)

Baca Juga:

Mantra Debut ‘Hati dan Paru-paru’ dari Lomba Sihir

Baca Artikel Asli