Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos

Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026

Merahputih.com - Gawai pintar di genggaman jemari seketika melantunkan nada-nada satir penuh kemarahan. Melodi buatan algoritma komputer sukses merajai lini masa, membawa pesan kelam mengenai nasib Bumi Cendrawasih.

Fenomena lagu Pesta Para Babi Pembangunan ini memicu perdebatan panas netizen lintas platform digital, membedah realitas pahit balik gemerlap modernisasi.

Baca juga:

Dari Sumatra Hingga Papua, Indonesia Catat Temuan 10 Spesies Baru Anggrek Langka

Karya musik digital tersebut secara gamblang mengangkat isu kondisi Papua terkini. Bait demi bait lirik menggambarkan ancaman nyata akibat eksploitasi sumber daya alam serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur.

Pesta Para Babi Pembangunan sendiri lahir dari sosok anonim yang menamakan dirinya Pari Kesit. Yang menarik, lagu ini bukan buatan dapur rekaman, melainkan kolaborasi kreatif manusia dan kecerdasan buatan (AI).

Yang penasaran denggan lagu Pesta Para Babi Pembangunan, berikut liriknya:\

Tanah dibakar atas nama pangan

Hutan dibelah atas nama masa depan

Selamat datang di Pesta Para Babi Pembangunan

Papua mennagis dibalik proposal korporasi

Negara bicara stabilitas sambil tanam kolonisasi

Bendera berkibar tinggi, tanag dijual rapi

Konstitusi cuma badut lusuh buat dekorasi

Baca juga:

Nobar Film Pesta Babi Bisa Lanjut, Tidak Ada Perintah Pembubaran



Dulu peluru, sekarang kontrak investasi

Dulu serdadu, kini pakai legalisasi

Sawit subur

Sagu dikubur

Tanah leluhur

Selain donatur jangan mengatur



Bioetanol, biodiesel, istilah elit feodal

Suku adat dianggap sebagai penghalang

Kekayaan alam Papua terancam hilang

Oleh kapitalisme terstruktur dan berseragam.

Kau lihat tentara bagi sembako

Lalu tepuk tangan nasionalis

Besok tanahmu digusur

Baru sadar siapa antagonis



Ini bukan negara gagal

Ini negara diperkosa modal

Undang-undang senjata birokrasi brutal

Suku adat dijual skala besar

Negara bicara damai sambil kirim ketakutan

Atas nama pembangunan mereka kubur kehidupan

Tanah Papua terancam punah dari peradaban

Apakah aku kamu akan tetap diam?


Baca juga:

Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Konflik Papua


Tanah dibakar atas nama pangan

Hutan dibelah atas nama masa depan

Selamat datang di Pesta Para Babi Pembangunan

Dulu penjajah datang pakai kapal

Sekarang negara pakai proposal

Dulu merampok dengan senapan

Sekarang negara pakai pasal perlindungan. (Far)
Baca Artikel Asli