Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Lirik Lagu 'Idul Fitri' dari Ismail Marzuki, Klasik yang Abadi di Hari Raya

Soffi Amira - Selasa, 17 Maret 2026

MerahPutih.com - Lagu berjudul “Idul Fitri” merupakan salah satu karya legendaris yang sangat dikenal di Indonesia, terutama ketika perayaan Hari Raya tiba.

Lagu klasik ini diciptakan oleh komponis besar Tanah Air, Ismail Marzuki, yang dikenal luas melalui berbagai karya musik bernuansa nasional maupun sosial.

Sejak pertama kali diperkenalkan, lagu ini dengan cepat mendapat tempat di hati masyarakat dan menjadi salah satu lagu yang kerap diputar untuk menyambut datangnya momen Lebaran.

Baca juga:

'Lagu Lebaran' Atta Halilintar Hadirkan Nuansa Ceria Sambut Idulfitri, Simak Lirik Lengkapnya

Melalui sejarahnya, lagu “Idul Fitri” pertama kali dipopulerkan pada 1954. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Didi—nama samaran dari penyanyi Suyoso—yang membawakannya di Studio Radio Republik Indonesia (RRI).

Sejak saat itu, lagu ini terus dikenang dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai salah satu lagu yang identik dengan suasana kemenangan setelah menjalani Ramadan.

Lirik Lengkap Lagu Idul Fitri dari Ismail Marzuki

Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira

Berjabat tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran

Minal aidin wal faizin
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin

Baca juga:

Hedi Yunus Ajak Rayakan Idulfitri Lewat Lagu “Raihlah Kemenangan”, Simak Liriknya

Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik trem listrik perey
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore

Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe

Maafkan lahir dan batin
lang tahun hidup prihatin
Cari wang jangan bingungin
lan Syawal kita ngawinin

Baca juga:

Lirik Lagu 'Selamat Lebaran' Ungu Hadirkan Kehangatan Momen Idul Fitri

Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri

Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri

Maafkan lahir dan batin
lang taon hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin
Korupsi jangan kerjain. (Far)

Baca Artikel Asli