Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesiaku Travel

Liburan Sambil Belajar di Observatorium Bosscha

Ana Amalia - Selasa, 19 Januari 2016

MerahPutih Wisata - Sudah punya agenda untuk berlibur akhir pekan ini? jika pantai, gunung, taman bermain dan berbagai tempat wisata pada umumnya sudah kamu jelajahi, cobala datang ke tempat wisata yang indah sekaligus mengedukasi.

Observatorium Bosscha, tempat ini cukup populer di telinga orang Indonesia setelah film "Petualangan Sherina" menjadikan Bosscha sebagai tempat lokasi syuting mereka.

Bicara tentang Bosscha, pastinya kamu bakal membayangkan teropong, bintang, tata surya dan sebagainya, dan tentunya ini bakal jadi pengalaman yang menarik juga menyenangkan.

Untuk itu, yuk kita mengenal lebih dekat lagi tentang sejarah tempat ini.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda.

Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung, meski kini dibuka untuk umum dan memberikan jam kunjungan, Observatorium Bosscha merupakan fasilitas penelitian astronomi milik ITB. Kegiatan utama Observatorium Bosscha adalah penelitian dan pendidikan.

Untuk mengunjungi tempat ini, kamu harus tahu peraturan serta jam kunjungannya, berikut ini penjelasannya seperti yang dikutip dari http://bosscha.itb.ac.id/:

Kunjungan Siang

Di program ini, pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan mendapat informasi astronomi di ruang multimedia.

Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 15.000/orang.
Untuk lebih jelasnya, lihat cara pendaftaran dan pembayaran.

Jadwal kunjungan siang sebagai berikut:

Kunjungan Malam

Di program ini, jika langit cerah (tidak mendung/hujan/berkabut) pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong), mendapat informasi astronomi di ruang multimedia dan meneropong langsung dengan teleskop portable dan teleskop Bamberg. Jika cuaca tidak mendukung, acara tetap berjalan tanpa peneropongan.

Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 20.000/orang.  Untuk lebih jelasnya, lihat cara pendaftaran dan pembayaran.

Program kunjungan malam hanya dibuka beberapa malam di musim kemarau (periode April sampai Oktober). Acara berlangsung dari jam 17.00 - 20.00 wib. Harap datang sebelum acara dimulai.
Untuk tahun 2015, jadwal yang tersedia adalah:

BACA JUGA:

  1. Festival Seni Tradisi Pilih 5 Seni Tradisional Terbaik di Yogyakarta
  2. Tari Kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi di HUT Korpri
  3. Bukan Bupati, Nyi Roro Kidul Menikah dengan Raja-Raja Jawa
  4. Mengenal Uniknya Tradisi Saparan Kopeng
  5. Tradisi Merti Desa Ketitang, Ungkapan Rasa Syukur Warga Temanggung
Baca Artikel Asli