Laporan FIFA menemukan adanya 'pelanggaran' pada pelelangan Piala Dunia Australia
align="justify">MerahPutih Sepak Bola- Upaya Ausralia dalam lelang tuan rumah Piala Dunia 2022 menuai kritikan karena diduga menggunakan uang negara untuk mempengaruhi penilaian. Sebuah laporan FIFA menemukan tim konsultan lelang Australia ternyata telah "Melanggar etika aturan lelang". Laporan tersebut juga menuduh para pejabat Australia berusaha untuk menyembunyikan "adanya hubungan tertentu" dalam proses pelelangan. align="justify">Laporan ini juga mengkritik Asosiasi Sepak Bola Inggris, tetapi telah membersihkan Asosiasi Sepakbola Rusia dan Qatar dari tuduhan “permainan uang” di dalamnya. FIFA melakukan penyelidikan terhadap proses penawaran untuk pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 setelah sejumlah tuduhan korupsi dibuat pada pemungutan suara yang berlangsung di 2010. align="justify">Rusia memenangi hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, Mengalahkan Inggris dan beberapa negara besar lainnya seperti Belanda, Belgia, Spanyol, dan Portugal. Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, setelah mengalahkan Australia, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat.
align="justify">Pemerinta Australia menghabiskan sekitar A$46 Juta (US$40 Juta) untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, tetapi sayangnya negara kangguru itu hanya mendapatkan satu suara saja.