APLIKASI WhatsApp tengah menyusun rencana baru untuk menjelaskan kebijakan privasinya yang sempat menjadi kontroversi. Rencana menerapkan kebijakan privasi baru untuk aplikasi chatting ini sempat mendapat banyak kecaman. Para pengguna khawatir WhatsApp akan membagikan data dari pesan mereka ke perusahaan induknya, Facebook.
Mengutip laman The Verge Kamis (18/2), WhatsApp menjelaskan bagaimana pengguna dapat membaca dan mempelajari bagaimana kebijakan baru dari olah pesan bisnis dan pesan pribadi memiliki standar privasi berbeda.
Baca juga:
Kebijakan privasi baru menyangkut fitur WhatsApp business dan data pengguna yang dapat diakses oleh fitur tersebut. Sebagian besar pesan WhatsApp dienkripsi secara end-to-end, artinya pesan tersebut hanya dapat diakses oleh orang yang berada dalam ruang obrolan.
Tetapi, WhatsApp juga memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan ke pengguna fitur bisnis, dan pesan dari pengguna akun biasa ke akun bisnis tidak diberikan perlindungan yang sama.
Data dalam pesan bisnis dapat digunakan untuk tujuan komersial seperti penargetan iklan di Facebook, dan beberapa data tersebut juga disimpan di server Facebook. Kebijakan privasi baru dari WhatsApp adalah upaya untuk menjelaskan perubahan enkripsi percakapan itu, tetapi banyak pengguna menafsirkannya sebagai cara WhatsApp untuk mengakses data pengguna.
Menjelang tanggal peluncuran kebijakan privasi barunya pada 15 Mei, WhatsApp berencana untuk memberikan kesempatan pengguna dalam meninjau kebijakan privasi baru ini. Nantinya bacaan tentang kebijakan baru tersebut akan tersedia di dalam aplikasinya.
Baca juga:
Pihak WhatsApp sudah mencoba meyakinkan penggunanya melalui fitur Status di aplikasi. Tetapi, kini WhatsApp akan menyertakan spanduk yang lebih mudah dilihat, untuk mendorong pengguna memahami kebijakan baru tersebut.
Aplikasi olah pesan itu mengatakan, pada akhirnya mereka akan mengingatkan pengguna untuk membaca kebijakan baru dan menerimanya agar dapat terus menggunakan aplikasi.
WhatsApp juga mencatat bahwa sebuah bisnis yang membayar hak untuk menggunakan aplikasi untuk menjangkau pelanggannya, adalah salah satu cara WhatsApp mendapatkan keuntungan sehingga bisa menyediakan aplikasinya secara gratis.
Fitur utama WhatsApp akan tetap bersifat pribadi. Tentu saja tidak se-privat seperti yang dipikirkan beberapa pengguna. Pada 2016 WhatsApp mulai membagikan beberapa informasi pribadi, seperti nomor telepon dan foto profil pengguna dengan perusahaan induknya, Facebook. Pembagian informasi itu digunakan untuk meningkatkan rekomendasi teman dan iklan di aplikasi. (kna)
Baca juga: