Merahputih.com - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mencatat kenaikan laba bersih sebesar 28 persen pada kuartal III.
Meski tumbuh, kinerja perusahaan tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar di tengah tekanan yang berlanjut di pasar domestik.
BYD membukukan laba bersih sebesar 10 miliar yuan atau sekitar 1,50 miliar dollar AS. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan kenaikan 30 persen yang dicatat pada kuartal sebelumnya.
Baca juga:
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Mengutip Reuters, hasil tersebut juga tidak memenuhi perkiraan tiga perusahaan sekuritas yang memproyeksikan laba BYD berada di kisaran 11,4 miliar hingga 12,95 miliar yuan.
Pendapatan BYD Kembali Tumbuh
Di tengah perlambatan pertumbuhan laba, pendapatan BYD justru menunjukkan perbaikan. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar 221,5 miliar yuan pada kuartal III, naik 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut membalikkan penurunan pendapatan sebesar 3 persen pada kuartal II sekaligus mengakhiri tren penurunan selama empat kuartal berturut-turut.
Baca juga:
Ini Dia Penantang Toyota Alphard! BYD M9, MPV Premium dengan Teknologi PHEV dan Kabin Mewah
Pertumbuhan ekspor menjadi salah satu penopang kinerja BYD ketika pasar domestik China masih menghadapi tekanan. Perkembangan ini memperlihatkan pentingnya pasar internasional bagi produsen kendaraan listrik tersebut untuk menjaga pertumbuhan bisnis.