Merahputih, Politik - Dua kubu di kepengurusan DPP Partai Golkar hari ini mulai menempuh jalur islah. Mereka tidak ingin ada kevakuman kepemimpinan yang dapat membawa partai berlambang pohon beringin tersebut pada kehancuran.
Perundingan tahap pertama digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (23/12) sore. Sharif Cicip Sutardjo hadir mewakili kubu Aburizal Bakrie hasil Munas Bali sebagai juru runding ke kantor partai Orde Baru yang sejak beberapa hari ini 'dikuasai' kubu Agung Laksono hasil Munas Ancol.
"Dalam pertemuan sore ini kami dari kedua kubu akan membicarakan tentang bagaimana membawa masalah ini ke mahkamah partai ini ke ke depan. Sebab kedua belah pihak tidak pernah mengakui Munas Bali maupun Munas Ancol maka kami akan kembali kepada Munas Riau 2009," ungkap Cicip.
Menurutnya, pihak Kemenkumham belum mengesahkan surat hasil Munas yang dikirim oleh kedua kubu tersebut sehingga mereka kembali menjalankan roda kepemimpinan seperti semula. Mereka bakal menggerakan kembali anggota DPP partai yang lama agar partai Golkar tidak mengalami kevakuman kepemimpinan untuk menahkodai partai ini. "Ini mencegah agar partai ini tidak terjadi kehancuran," tutupnya.
Proses islah partai Golkar dimulai dengan masing-masing kubu menunjuk para juru runding. Kubu Aburizal diwakili MS Hidayat, Sharif Cicip Sutardjo, Theo L Sambuaga, Freddy Latumahina, dan Aziz Syamsuddin. Adapun kubu Agung Laksono diwakili Agun Gunanjar Sudarsa, Ibnu Munzir, Andi Mattalata, Yorrys Raweyai, dan Priyo Budi Santoso. (GMS)