MerahPutih.com - Anggota kuasa hukum Prabowo-Sandi, Tengku Nasrullah, mencecar saksi Jokowi-Ma'ruf, Anas Nasikin soal posisi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut dalam pelatihan saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) beberapa waktu lalu.
Teuku awalnya mempertanyakan keterangan Anas yang meyebut tak ada unsur pemerintahan dalam acara di Hotel El Royal itu.
"Saudara mengatakan tidak ada unsur dari pemerintah yang hadir dalam acara TOT itu? Benar ya?," tanya Tengku Nasrullah saat persidangan di MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).
BACA JUGA: KPK Pastikan Penarikan Irjen Firli ke Polri tak Ganggu Kinerja Penindakan
"Kami tidak mengundang unsur pemerintah," jawab Nasrullah.
"Pak Moeldoko hadir dari unsur TKN," tambah dia.
Nasrullah pun mempertanyakan bahwa Moeldoko adalah Kepala staf kepresidenan dan Ganjar adalah Gubernur Jawa Tengah.
"Sejauh saya memahami begini, beliau menyampaikan bahwa upaya pemenangan itu diharapkan sbg upaya yg serius. Kalau dalam bahasa beliau di bahasakan seperti itu," ucal Anas yang mengenakan batik merah ini.
"Kami memahaminya himbauan kepada kami semua dan para saksi yang hadir sbg peserta agar bekerja serius di tempatnya masing-masing. Soal bahasa dan istilah itu kami memaknainya sebagai pesan agar kami bekerja secara serius," tambah Anas.
Tengku juga menanyai ucapan Ganjar yang menyinggung soal Islam radikal. "Yang saya pahami dalam konteks memberikan contoh apa yang hark ini berkembang di masyarakat. Termasuk di media sosia," ungkap dia.
Tengku lantas menyinggung soal posisi KPU yang terkesan berpihak.
BACA JUGA: BW Sesumbar KPU dan Kubu Jokowi Kalah Telak
"Kami kalau pertanyaan mengapa, maka kami jawab. Mohon ijin Yang Mulia. Kami mengundang beliau-beliau dalam rangka memberikan gambaran ke kami seperti apa pelaksanaan Pemilu. Desain seperti apa? Aturan bagaimana?," jelas dia.
"Hal-hal apa yg boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan? Di mana letak tahapan-tahapan yg rumit dan perlu diwaspadai bersama agar tidak terjadi keributan dan kecurangan. Karena itu kami undang LSM juga. Kami minta bicara tentang anatomi kerusuhan. Dalam arti, kami ingin mendalami itu agar modus kecurangan bisa kami antisipasi," jelas Anas. (Knu)