Kualat Instan! Lempar Petasan ke Emil Audero, Jari Oknum Suporter Inter Milah Malah Meledak Jadi Bubur
Senin, 02 Februari 2026 -
Merahputih.com - Di bawah sinaran lampu Stadio Giovanni Zini, sebuah ledakan tiba-tiba memecah atmosfer kompetisi saat Inter Milan sedang unggul dari Cremonese dengan 2-0.
Di tengah dominasi gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski, penjaga gawang Cremonese dan Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, terkapar di kotak penalti akibat lemparan petasan dari tribun tim tamu yang membakar bagian kakinya.
Baca juga:
Karma Instan di Balik Tragedi Sumbu Pendek
Insiden memilukan tersebut memaksa wasit menghentikan pertandingan sejenak. Meski menderita luka bakar, Emil Audero menunjukkan sportivitas tinggi dengan tetap melanjutkan laga hingga peluit panjang berbunyi. Namun, nasib nahas justru menimpa pelaku pelemparan yang bertindak secara individu tersebut.
Laporan dari Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa pelaku terkena 'karma instan' saat hendak melempar petasan kedua.

Ledakan terjadi di tangan sendiri yang mengakibatkan luka parah. Pelaku teridentifikasi setelah dilarikan ke rumah sakit di Cremona dengan kondisi tiga jari tangan yang dilaporkan hancur total.
Tak hanya kehilangan jari, pelaku kabarnya sempat menjadi bulan-bulanan suporter Inter lain yang geram melihat aksi konyol tersebut.
Baca juga:
Lautaro Martinez Pasang Badan untuk Audero
Kemenangan yang membawa Inter unggul delapan angka dari AC Milan ini terasa hambar bagi sang kapten, Lautaro Martinez.
Bomber asal Argentina tersebut langsung melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada Emil Audero, mengingat sang kiper pernah berjasa besar bagi Inter saat meraih bintang kedua.
"Hal seperti ini tidak boleh terjadi. Kami para pemain juga manusia. Kami harus berhati-hati soal hal ini," tegas Lautaro kepada DAZN usai pertandingan.
"Kami meminta maaf kepada Audero yang menjadi juara bersama kami dengan bintang kedua. Kami juga meminta maaf kepada seluruh suporter di Cremona."
Akibat ulah oknum tersebut, Inter Milan kini terancam hukuman denda berat serta potensi larangan kehadiran suporter pada laga-laga berikutnya.
data-path-to-node="19">