Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Konflik Tambang di Bolaang Mongondow, Satu Orang Tewas

Andika Pratama - Rabu, 29 September 2021

MerahPutih.com - Satu warga tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat konflik tambang di PT Bulawan Daya Lestari (BDL) di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Insiden mengenaskan itu terjadi pada Senin (27/9) yang melibatkan dua kelompok. Konflik terjadi ketika masyarakat Toruakat melayangkan protes ke PT DBL.

Baca Juga

Konflik dan Kekerasan di Papua Cerminan Rendahnya Perhatian Elite Politik di Jakarta

Mereka memprotes karena aktivitas perusahaan sudah masuk ke wilayah perkebunan milik warga. Dan, hal itu terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari masyarakat sekitar.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kapolres Bolmong, AKBP Nova Irone Surentu menerbitkan surat perintah untuk melakukan operasi pengamanan di wilayah tersebut yang mengakibatkan saling serang antara dua kelompok.

Dari video yang beredar di lini masa, sejumlah orang memegang senjata tajam dan saling serang. Terlihat mobil polisi berada di lokasi kejadian.

"Ada lima korban dalam konflik tersebut, di mana empat korban mengalami luka-luka, dan satu korban meninggal dunia," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam keterangannya, Rabu (29/9).

Jules mengonfirmasi korban luka-luka terdiri dari tiga penjaga lokasi PT BDL, dan satu warga Desa Toruakat. Sementara, satu korban meninggal dunia merupakan warga Desa Toruakat.

Dia menegaskan, pihak kepolisian pun terus melakukan berbagai upaya untuk menangani konflik.

"Di antaranya penyelidikan mendalam untuk mengungkap dan menangkap pelaku penembakan. Pihak kepolisian akan tetap bekerja secara profesional dalam menangani kejadian ini," ucapnya.

Pascakejadian tersebut, lanjut Jules, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan menjaga kondisi keamanan dan ketertiban. (*)

Baca Juga

Semua Unsur Harus Terlibat Hentikan Konflik di Papua

Baca Artikel Asli