Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KH. Said Agil: Jihad Dalam Islam Tidak Hanya Soal Perang Fisik

Eddy Flo - Sabtu, 25 Juli 2015

MerahPutih Nasional - Pasca kerusuhan Tolikara, Papua, Jumat (17/7) lalu, beberapa pihak yang kurang mendapat informasi secara lengkap dan berimbang lantas mengeluarkan pernyatan-pernyataan provokatif. Salah satunya muncul seruan jihad ke tanah Papua di media sosial.

Bagaimana tanggapan NU terkait Jihad yang sebetulnya?

Menurut Ketua Umum pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj, Jihad yang dimaksud NU cukup luas dan tidak terbatas kepada perang fisik saja.

"Jihad tidak cukup hanya diartikan dengan berperang fisik saja, sangat luas memaknai jihad yang sebetulnya," kata Said, kepada pewarta berita, di PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Pengertian jihad menurut NU, kata Said Agil, bisa melalui berbagai bidang disiplin, belajar adalah jihad, bekerja untuk keluarga adalah jihad, memimpin adalah Jihad, jadi tidak hanya dengan berperang.

"Jihad dalam arti war, sudah dilakukan NU tahun 1945 lalu di Surabaya, kita panggil umat untuk berperang melawan penjajah Inggris dan sekutunya," kata dia.

Untuk itu, pemaknaan Jihad jangan dipersempit hanya sekedar berperang melulu, masih banyak lahan berjihad yang perlu dikonsenkan umat Islam.(fdi)

 

Baca Juga:

Muktamar NU ke-33 Dihadiri Sekitar 3859 Utusan dan Tak Hanya Bahas Agama

Antisipasi Politik Uang di Muktamar NU, Peserta Dilarang Ketemu Timses

Ketua Umum PBNU: Sekali Lagi, NU Bukan Partai Politik

Banser Siap Kawal Muktamar NU ke-33

KH. Said Aqil Ajak Media Massa Sukseskan Muktamar NU

Baca Artikel Asli