SETIAP hubungan pasti memiliki pasang surut dalam perjalanannya, saat-saat kegembiraan dan kedekatan sampai kemudian periode ketika kamu merasa jauh atau frustrasi satu sama lain. Menurut Gail Saltz, psikiater dan penulis buku The Power of Different: The Link Between Disorder and Genius, "Waktu terbaik untuk mencari konseling pasangan mungkin ketika kamu sedang merasa bahagia dalam hubungan kamu."
Dengan bantuan terapi pasangan, kamu dapat memutus siklus negatif, menemukan apa yang menyebabkan konflik dan jarak, dan memulihkan koneksi yang mungkin terasa usang. Hal yang paling penting, terapi pasangan dapat membantu pasangan mengidentifikasi dan mengingat kekuatan hubungan.
Bagaimana kamu bisa tahu jika masalah kamu sudah berlangsung beberapa minggu atau bulan? Atau cukup besar untuk membuat kamu menjadi putus asa? Setiap hubungan itu unik, tetapi para ahli mengatakan itu umumnya bermuara pada masalah tertentu. Melansir Health, berikut tiga tanda dalam hubungan yang mungkin bisa jadi pertimbanganmu untuk melakukan terapi pasangan.
1. Kamu sudah tidak merasakan dicintai pasangan
Ketika persepsi internal kamu tentang pasangan berubah, seringkali gestur intim ini yang pertama kali dilakukan. Jadi, pertimbangkan apakah pikiran kamu tentang pasangan positif secara keseluruhan atau suatu yang tidak nyaman.
Ada efek kognitif di sekitar orang yang kita cintai, yang membuat apa yang indah tentang pasangan kamu bersinar lebih terang dari pada kesalahan mereka.
Ketika hal itu meredup, kamu menjadi cenderung melakukan gestur itu dan pertengkaran demi pertengkaran pun mungkin terjadi. Terapi dapat membantu kamu ingin melakukannya lagi.
2. Terus-menerus bertengkar
Apakah setiap percakapan berubah menjadi konflik? Banyak pasangan menunggu sampai pertempuran meningkat sebelum mencari terapi. Tetapi kamu sebaiknya tidak perlu menunggu sampai ledakan terjadi untuk mencari bantuan.
Banyak pasangan yang pada dasarnya memiliki hubungan kuat tetapi mereka terjebak dalam siklus yang membuat mereka terkuras dan menjadi putus asa. Tetapi jangan khawatir, dengan menjalankan terapi pasangan dapat membantu kamu mengatasi masalah pertengkaran tanpa henti.
3. Satu dari pasangan berpikir untuk putus hubungan
Ketika hubungan tidak berjalan dengan lancar, putus menjadi suatu hal yang menarik. Bahkan jika kamu sudah bersama selama bertahun-tahun. Kamu mungkin bahkan dapat memvisualisasikan langkah-langkah yang terlibat dalam prosesnya.
Terapi pasangan pada titik ini adalah upaya terakhir untuk menyelamatkan hubungan, tentunya terapi pasangan dapat digunakan untuk memiliki perpisahan sehat atau perceraian yang lebih sehat. Tapi itu juga bisa digunakan untuk mencegahnya.
Jadi jika kamu berada dalam situasi di mana pasangan kamu ingin berpisah dan kamu tidak, pertimbangkan untuk melakukan konseling atau terapi pasangan. (gsh)