MerahPutih.com - Kementerian Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menginvestigasi penyebab terjadinya mati lampu di sebagian wilayah Sumatra.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung memastikan, pihaknya akan melakukan investigasi teknis secara menyeluruh dan komprehensif guna mengetahui akar penyebab gangguan serta menyiapkan langkah mitigasi supaya kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak,
ujar Yuliot.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno menambahkan, pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proses pemulihan untuk memastikan pasokan tenaga listrik kembali andal dan aman bagi masyarakat.
"Pada tahap awal pasca padam meluas kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan dan akan diperkuat tim berikutnya untuk melakukan investigasi lebih intensif untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Tri.
Baca juga:
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
PLN Percepat Pemulihan Gangguan Listrik di Sumatra
Menurut Tri, selain proses pemulihan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memberikan arahan agar PLN melakukan peningkatan keandalan backbone sistem Sumatra dengan pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV dan penguatan keandalan sub sistem di setiap provinsi.
PLN juga perlu menyiapkan pembangkit atau infrastruktur blackstart untuk percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan.
"Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatra bagian barat agar bisa berjalan baik," ujar Tri.
Baca juga:
Pemadaman Listrik Terjadi di Sumatra, Politikus Desak Audit PLN
13,1 Juta Orang Terdampak Gangguan Listrik di Sumatra
Sampai Sabtu (23/5) pukul 19.00 WIB, proses penormalan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 13,1 juta pelanggan terdampak, sebanyak lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik.
Sementara itu, beban sistem yang telah berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak.
Selain itu, seluruh gardu induk terdampak atau sebanyak 176 unit telah berhasil beroperasi kembali. (knu)