MerahPutih.com - Kondisi kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat mendapat kritik tajam dari masyarakat, lantaran dipenuhi parkir liar, dan pedagang kaki lima (PKL) sampai memakan badan trotoar dan jalan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai situasi tersebut sebagai bagian dari dinamika khas ibu kota. Menurutnya, aktivitas ekonomi yang padat memang menjadi warna tersendiri bagi Jakarta, termasuk di kawasan bersejarah seperti Glodok.
"Itulah uniknya Jakarta ya, teman-teman. Dari sudut memang Pak Gubernur (Pramono Anung) sendiri mengharapkan tidak boleh berjualan di pedestrian. Tapi Jakarta uniknya seperti itu," ujar Rano kepada wartawan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Meski memahami karakter kawasan tersebut, Rano menegaskan Pemerintah DKI Jakarta tidak akan membiarkan kondisi semrawut berlangsung tanpa penanganan.
Baca juga:
Simak Rangkaian Perayaan Imlek 2026 di Jakarta, dari Lapangan Banteng hingga Glodok
Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan ini memastikan pendekatan yang diambil bukan dengan pelarangan total, melainkan penataan yang mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.
"Kami atur, bukan kami larang. Kami atur supaya apa? Distribusi jalur itu enggak terganggu. Intinya sebetulnya itu. Kami tahu Glodok itu sangat spesifik, karakteristiknya memang seperti itu, tapi itulah kehidupan di sana," ucapnya.
Penataan diperlukan agar fungsi trotoar dan jalan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa mematikan denyut perdagangan yang sudah lama tumbuh di kawasan tersebut.
Terlebih, Glodok kerap menjadi magnet wisata, khususnya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang meningkatkan arus kunjungan.
Ia pun optimistis para pedagang dan masyarakat setempat dapat diajak bekerja sama demi menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman.
"Tapi saya sangat yakin mereka siap untuk diatur. Kami mengatur untuk apa? Melancarkan sebetulnya. Ya artinya kalau kunjungan wisata banyak, terganggu dengan area, itu juga barangkali nilai jualnya atau perdagangan juga menjadi terhambat,"katanya. (Asp)