Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Karyawan Twitter Tidak Menyetujui Skema Berbayar Akun 'Verified'

Ikhsan Aryo Digdo - Rabu, 16 November 2022

KETIKA menggulir layar Twitter yang sudah diperbarui, kamu bisa melihat sebuah perubahan signifikan di akun idola atau politikus favoritmu. Mereka punya centang biru serta logo bertuliskan "official" di bawahnya. Namun, keanehan lainnya adalah kamu juga melihat logo verifikasi yang sama di akun orang biasa.

Jadi, sejak awal November lalu ketika Twitter secara resmi diakuisisi oleh Elon Musk, pengguna bisa dengan mudah mendapatkan tanda verified di akun mereka. Seseorang hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 312 ribu per bulannya untuk menjaga logo ini tetap ada di akun mereka. Fitur ini baru tersedia bagi pengguna iOs di Kanada, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Britania Raya.

Baca Juga:

Elon Musk Bakal Ubah Kantor Twitter Jadi Rumah untuk Tunawisma?

Langkah ini menjadi salah satu cara Musk dalam menangani bot di Twitter. Akun yang memiliki verified badge juga dijanjikan lebih bisa menjangkau banyak audiens daripada akun biasa. Algoritma Twitter secara otomatis akan mengedepankan atau mengangkat cicitan dari akun bercentang biru.

Skema ini memberikan kesempatan bagi pengguna biasa untuk membayar senilai 300 ribuan rupiah per bulannya demi logo verified. (Foto: Pexels/Brett Jordan)

Terlepas dari kemudahan ini, pihak internal Twitter sempat mengemukakan ketidaksetujuan mereka soal skema berbayar ini. Seperti diberitakan The Verge, dalam dokumen yang ditemukan oleh pihak The Platform, para pekerja internal memprediksi akan ada tiga dampak buruk yang terjadi jika logo verified Twitter diperjualbelikan.

Pertama, kemudahan mendapatkan verified badge bagi sebuah akun berpotensi memudahkan penipu untuk meniru tokoh terkenal juga. Cuitan mereka bisa saja menuai kontroversi dan menjatuhkan nama baik seseorang. Hal ini bisa jadi berbahaya terutama menjelang masa kampanye dan pemilihan umum. Meskipun setelah melakukan pembayaran dan dalam masa verifikasi seseorang tidak diizinkan mengganti nama akunnya, tetapi tindakan meniru seseorang masih sangat mungkin dilakukan.

Baca Juga:

Elon Musk Mundur dari Kesepakatan Twitter

Kedua, dengan adanya skema tersebut, Twitter jadi menghapus sederet keuntungan yang tadinya dapat dirasakan oleh akun bertanda resmi. Hal ini berpotensi membuat para high profile user merasa bingung, hilang kepercayaan, dan berhenti menggunakan layanan Twitter. Untuk terus merasakan keuntungan tadi, pengguna resmi harus tetap membayar per bulan seperti pengguna lainnya.

Kemudahan mendapat verified badge ini bisa meningkatkan potensi seseorang untuk menyamar sebagai tokoh terkenal. (Foto: Pexels/Freestocksorg)

Ketiga, pihak pengembang Twitter masih belum menemukan cara untuk menarik logo verified dari banyak akun sekaligus jika ada kondisi darurat terjadi. Untuk itu, saat ini Twitter sedang merogoh kocek yang cukup besar dalam rangka eksperimen dan mencari cara menghapus verified badge ini dari profil seseorang.

Sebelumnya, untuk mendapatkan logo verified, seseorang harus melalui serangkaian filter oleh pihak Twitter. Hal ini meliputi seberapa aktif, berpengaruh, dan otentik pemilik akun tersebut. Setelah melewati seluruh filter, barulah verified badge dapat diberikan. (mcl)

Baca Juga:

Resmi Akuisisi Twitter, Elon Musk akan PHK Besar-besaran

Baca Artikel Asli