MerahPutih.com - Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin mendesak pemerintah mempertimbangkan bantuan internasional untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama berbulan-bulan di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut Syafruddin, pemerintah perlu membuka peluang kerja sama dengan negara lain apabila dukungan tersebut dapat mempercepat pemadaman dan memperluas jangkauan operasi di wilayah terdampak.
Baca juga:
Singapura Siap Membantu
Ia menyebut Singapura sebagai salah satu negara yang telah menyatakan kesiapan membantu Indonesia menangani karhutla.
Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana api bisa segera dipadamkan dan masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih. Kalau ada negara sahabat yang memiliki teknologi, peralatan, atau kapasitas yang bisa membantu, pemerintah perlu mempertimbangkannya secara serius,
kata Syafruddin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10).
Legislator Fraksi PKB tersebut menegaskan, penerimaan bantuan luar negeri bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan.
Baca juga:
Singapura Lakukan Penyelidikan dan Tindakan Hukum terhadap Penyebab Karhutla di Indonesia
Dukungan internasional dapat menjadi tambahan kekuatan ketika skala kebakaran dan kondisi lapangan membutuhkan sumber daya lebih besar.
Teknologi hingga Tenaga Ahli
Bantuan yang dapat dipertimbangkan antara lain pesawat pemadam, teknologi pemantauan titik api, peralatan penanggulangan kebakaran, hingga tenaga ahli yang berpengalaman menangani kebakaran hutan berskala besar.
Syafruddin mengatakan operasi pemadaman karhutla menghadapi berbagai kendala, mulai dari luasnya wilayah kebakaran, medan yang sulit, keterbatasan akses darat, hingga kemungkinan munculnya kembali titik api.
Dalam situasi tersebut, dukungan udara dan teknologi pemantauan dinilai dapat membantu petugas mengidentifikasi lokasi kebakaran serta menentukan prioritas pemadaman.
Baca juga:
Jarak Pandang Turun Akibat Karhutla, Penerbangan ke Batam Ditunda
Evaluasi Kebutuhan Operasional
Karena itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi kebutuhan operasional di setiap wilayah terdampak dan memastikan seluruh sumber daya yang tersedia digunakan secara optimal.
Syafruddin juga mengingatkan agar proses penanganan tawaran bantuan tidak terhambat birokrasi yang berlarut-larut. Meski demikian, seluruh dukungan internasional harus tetap berada di bawah koordinasi pemerintah Indonesia.
Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, apalagi soal gengsi. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana api bisa segera dipadamkan dan masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih,
ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat menindaklanjuti setiap tawaran bantuan secara cepat, terukur, dan transparan sesuai kebutuhan penanganan karhutla di lapangan. (Knu)