Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jumlah Penumpang Commuter Line Merosot 50 Persen Akibat Wabah COVID-19

Andika Pratama - Minggu, 22 Maret 2020

MerahPutih.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengaku terus mengalami penurunan penumpang karena ada pembatasan kegiatan warga dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Vice President (VP) Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, jumlah pengguna KRL terus turun jumlahnya dalam satu pekan terakhir.

Baca Juga

Pemerintah: Anak Muda Bisa Terjangkit COVID-19 Tanpa Gejala

"Jumlah pengguna KRL telah turun sekitar 50% dari waktu normal yang dapat melayani 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna setiap harinya," kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/3).

Anne menyebut, pada Jumat 20 Maret 2020 misalnya, jumlah volume penumpang KRL tercatat hanya 459.922 pengguna.

Ia memohon kerja sama dari para pengguna KRL untuk mengikuti berbagai upaya menjaga jarak ini dan menyesuaikan kembali perjalanannya terutama pada keberangkatan pagi dan sore hari.

"Calon pengguna KRL juga dapat mempertimbangkan kembali, apabila bukan keperluan yang mendesak sebaiknya mengikuti himbauan pemerintah untuk tetap di rumah," jelas Anne.

Salah satu rangkaian KRL Commuterline melintas perlahan pada jalur rel yang terendam banjir di Stasiun KA Sudirman, Menteng, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir yang menggenangi sejumlah titik pada jalur rel di Jakarta berdampak pada gangguan pelayanan sejumlah rute KRL Commuterline Jabodetabek. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Salah satu rangkaian KRL Commuterline melintas perlahan pada jalur rel yang terendam banjir di Stasiun KA Sudirman, Menteng, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir yang menggenangi sejumlah titik pada jalur rel di Jakarta berdampak pada gangguan pelayanan sejumlah rute KRL Commuterline Jabodetabek. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya Commuter Line.

Upaya tersebut termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer, hingga penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta. Nantinya, KCI mulai Senin (23/3) esok, upaya ini akan melakukan penyesuaian operasional KRL Commuter Line.

Penyesuaian operasional KRL Commuter Line mulai 23 Maret 2020 adalah sebagai berikut:

A. Jam operasional seluruh lintas/rute KRL adalah mulai pukul 06:00-20:00 WIB, mengoperasikan 713 perjalanan KRL.

B. Jarak antar kereta/headway

1. Lintas Bogor/Depok-Jakarta Kota PP headway pada pagi dan sore hari 10-15 menit.

2. Lintas Bogor/Depok/Nambo-Angke/Jatinegara PP headway pada pagi dan sore hari 10-15 menit.

3. Untuk lintas lain yaitu, Bekasi-Jakarta Kota PP; Maja/Parungpanjang/Serpong-Tanah Abang PP; Tangerang-Duri PP dan Tanjungpriok-Jakarta Kota PP headway pada pagi dan sore hari 15-30 menit.

4. Untuk relasi Rangkasbitung-Tanahabang dan Cikarang-Jakarta Kota sesuai jadwal eksisting dengan jam operasional 06:00-20:00 WIB.

Baca Juga

Desakan Lockdown Sengaja Digulirkan untuk Jebak Jokowi?

Dalam penyesuaian operasional KRL ini, KCI tetap melayani dengan sebagian besar rangkaian kereta formasi 12 (sf 12) ataupun formasi 10 (sf 10), agar tetap dapat mengupayakan social distancing saat menggunakan transportasi publik.

Penyesuaian ini sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang mengajak masyarakat agar bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona.

Selain itu, kebijakan ini merupakan bentuk sinkronisasi dengan berbagai moda transportasi publik lainnya di Jakarta yang mulai Senin 23 Maret 2020 juga melakukan penyesuaian operasional. (Knu)

Baca Artikel Asli