Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jokowi Bakal Buka Jakarta Fair ke-55

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Juni 2024

MerahPutih.com - Jakarta Fair yang merupakan agenda tahunan untuk menyambut HUT Kota Jakarta, ini diselenggarakan ke-55 kalinya tahun ini.

Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan menghadiri malam pembukaan pameran terbesar se-Asia Tenggara, Jakarta Fair 2024 di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/6) malam.

"Iya betul dibuka Pak Presiden," kata Direktur Marketing PT Jakarta International Expo Ralph Scheunemann saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/6).

Ralph mengatakan, malam pembukaan Jakarta Fair 2024 di area panggung utama tersebut juga akan dimeriahkan oleh pesta kembang api dan penampilan musik dari duo penyanyi, OKAAY.

Baca juga:

4 Rute TransJakarta Menuju Jakarta Fair Kemayoran

Adapun ajang pameran terbesar, terlengkap dan terlama, Jakarta Fair Kemayoran 2024 berlangsung selama 33 hari mulai 12 Juni-14 Juli 2024.

"Jakarta Fair ini sudah lahir dari tahun 1968, dan karena sempat vakum dua tahun, tahun ini menjadi Jakarta Fair yang diselenggarakan ke-55 kalinya," kata Ralph dalam konferensi pers di JI-Expo Kemayoran Jakarta.

Ralph merinci harga tiket masuk dijual mulai Rp 40 ribu, yakni pada hari Senin saja, namun tidak termasuk tiket masuk konser.

Sementara pada Selasa-Jumat, harga tiket sebesar Rp 50 ribu dan akhir pekan Sabtu-Minggu dan hari libur bersama Rp 60 ribu.

Adapun tiket masuk gabungan (bundling) pameran dan konser dijual bervariasi mulai Rp 80 ribu hingga Rp 180 ribu.

Baca juga:

Jakarta Fair Berlangsung 12 Juni-14 Juli 2024, Berikut Informasi Tiket hingga Konser Musik

Pameran Jakarta Fair Kemayoran tahun ini diikuti oleh 2.550 perusahaan peserta yang terdiri dari 1.550 stan yang memamerkan berbagai produk unggulan.

Para peserta berasal dari berbagai skala usaha baik perusahaan multinasional, usaha besar, menengah, dan kecil, BUMN, serta anjungan pemerintah provinsi dan kabupaten dari berbagai penjuru tanah air.

"Komposisi persentase peserta yakni 60 persen dari sektor swasta dan 40 persen dari sektor UMKM. UMKM ini juga beragam ada yang binaan dari pemerintah, maupun UMKM swasta," katanya. (*)

Baca Artikel Asli